Berita Terbaru :
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda
Ratusan Tenaga Medis Jatim Terpapar Covid-19
Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
   

Ritual Tawur Agung Kesange, Umat Hindu Doakan Wabah Corona Segera Berlalu
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 15:02 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Menjelang Hari Raya Nyepi, belasan umat Hindu Tulungagung melaksanakan persembahyangan Tawur Agung Kesange di Pura Giri Amertha. Dalam sembahyang ini, umat Hindu menggelar doa khusus dan ritual buta kala atau mecaru, agar bangsa Indonesia terlepas dari wabah virus corona, covid-19.

Di Pura Giri Amertha, Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, sehari jelang perayaan Hari Raya Nyepi, pada Selasa petang belasan umat dengan khusuk menggelar persembahyangan Tawur Agung Kesange. Lebih sepi dari biasanya, sembahyang menyambut tahun baru Saka 1942. Saka kali ini, hanya diikuti sekitar 15 umat Hindu, karena digelar di tengah-tengah wabah covid-19, yang melanda wilayah Indonesia.

"Tawur Agung Kesange merupakan sembahyang memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar alam semesta ini seimbang, sehingga kehidupan umat manusia di dunia menjadi bahagia," kata I Nengah Sutedja, Pendharma Wacana.

Usai melakukan Tawur Agung Kesange, umat Hindu akan melaksanakan catur brata penyepian, yaitu amati geni, amati kekaryan, amati lelungan, dan amati lelanguan .

Dalam sembahyang jelang perayaan Hari Nyepi ini, umat Hindu di Tulungagung, juga menyampaikan doa khusus, agar bangsa Indonesia secepat mungkin terlepas dari wabah covid-19, yang telah banyak merenggut korban jiwa.

Tidak hanya menggelar doa khusus yang dipimpin oleh Romo Sumiran, pemangku agama Hindu, umat juga menggelar Ritual Buta Kala atau mecaru, untuk mengusir wabah virus corana, yang jaman dulu disebut panggebluk.

Ritual didahului dengan membakar beberapa potong bambu dengan berbagai macam sesaji, kemudian dilanjutkan dengan mengarak tangkai pelepah daun kelapa yang dilukis menggambarkan Buta Kala, sambil diiringi bunyi-bunyian alat tradisional. Ritual diakhiri dengan membakar pelepah daun kelapa tersebut.

Usai melakukan persembahyangan, diteruskan makan bersama atau selamatan di Pendopo Pura Giri Amertha.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Ritual Tawur Agung Kesange, Umat Hindu Doakan Wabah Corona Segera Berlalu

Tak Takut Wabah Corona, Hongkong dan Taiwan Masih Jadi Negara Tujuan PMI
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  3 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  7 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  60 menit

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  9 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber