Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
   

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 15:01 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Akses menuju Bromo ditutup total. Rumah-rumah warga juga ditutup rapat guna melakukan ritual tapa brata. Jalannya perayaan nyepi dijaga petugas pengamanan desa atau jaga baya. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Ditengah wabah virus korona, warga Hindu Suku Tengger di Probolinggo, Rabu (25/3) pagi, tetap khidmad merayakan hari nyepi.

Perayaan hari raya nyepi tahun baru saka 1942 dirayakan pada hari Rabu (25/3) hingga Kamis (26/3) pagi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, wisata Gunung Bromo sudah ditutup sejak virus corona merebak. 

Penutupan juga berlaku di semua pintu masuk menuju Gunung Bromo, yaitu di 4 Kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.

Penutupan akses menuju Bromo ditutup total merupakan kali ke tiga dilakukan, sesuai permintaan dari persatuan umat Hindu Tengger di 4 kabupaten.

Dari pintu Kabupaten Probolinggo, penutupan dilakukan mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura yang jaraknya 7 kilo meter menuju Bromo. Di Kecamatan Sukapura ada 4 desa mayoritas warganya beragama Hindu, yakni Desa Ngadas, Wonotoro, Jetak dan Ngadisari.

Nyaris tidak ada aktifitas yang dilakukan warga Suku Hindu Tengger, semua pintu cendela tertutup rapat. Warga fokus melaksanakan ibadah tapa brata. Tapa Brata meliputi, tapa brata amati karya (atau tidak bekerja dan beraktifitas lainnya), amati geni (atau tidak menyalakan api), amati lelungan (atau tidak bepergian) dan amati lelanguan ( atau tidak mengumbar hawa nafsu tidak bersenang-senang).

Petugas Jagabaya atau petugas keamanan lingkungan melakukan tugasnya keliling setiap jalan-jalan desa, hanya saja, mereka harus saling berjaga jarak ditengah wabah virus corona ini.

Menurut Maryoto, Camat Sukapura saat dikonfirmasi melalui ponselnya, meski ada wabah covid 19, perayaan nyepi warga suku tengger tidak terganggu. "Mereka tetap melakukan peribadatan tapa brata di rumah masing-masing. Untuk ibadah nyepi ini tidak ada pembatasan," kata Maryoto.

Selanjutnya jalan menuju Gunung Bromo baru akan dibuka pada hari Kamis (26/3) pukul 6.00 Wib pagi. Adanya virus korona, perlu diketahui wisata Gunung Bromo sampai saat ini ditutup untuk umum selama 2 minggu, dan sambil menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  5 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  16 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  6 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber