Berita Terbaru :
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Pemkab Ponorogo Siapkan Tempat Isolasi Untuk Pemudik
Siswa SMK di Blitar Produksi 2000 APD Gratis Untuk Tim Medis
Pemanfaatan Gas Metan Hasil Pengolahan Sampah TPA Selopuro
Dua Minggu Tutup Pedagang Konveksi PBM Kembali Buka
Tempat Duduk Bus Harus Diberi Pembatas
DPUTR: Semua Ada di LPSE, Jangan Asal Nuding
Stabilkan Ekonomi Terdampak Covid 19, Pemda Berikan Beras Ke Warga
Sering Dijadikan Tempat Berkumpul, Taman Tajamara Disemprot Disinfectan
   

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 15:01 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Akses menuju Bromo ditutup total. Rumah-rumah warga juga ditutup rapat guna melakukan ritual tapa brata. Jalannya perayaan nyepi dijaga petugas pengamanan desa atau jaga baya. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Ditengah wabah virus korona, warga Hindu Suku Tengger di Probolinggo, Rabu (25/3) pagi, tetap khidmad merayakan hari nyepi.

Perayaan hari raya nyepi tahun baru saka 1942 dirayakan pada hari Rabu (25/3) hingga Kamis (26/3) pagi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, wisata Gunung Bromo sudah ditutup sejak virus corona merebak. 

Penutupan juga berlaku di semua pintu masuk menuju Gunung Bromo, yaitu di 4 Kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.

Penutupan akses menuju Bromo ditutup total merupakan kali ke tiga dilakukan, sesuai permintaan dari persatuan umat Hindu Tengger di 4 kabupaten.

Dari pintu Kabupaten Probolinggo, penutupan dilakukan mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura yang jaraknya 7 kilo meter menuju Bromo. Di Kecamatan Sukapura ada 4 desa mayoritas warganya beragama Hindu, yakni Desa Ngadas, Wonotoro, Jetak dan Ngadisari.

Nyaris tidak ada aktifitas yang dilakukan warga Suku Hindu Tengger, semua pintu cendela tertutup rapat. Warga fokus melaksanakan ibadah tapa brata. Tapa Brata meliputi, tapa brata amati karya (atau tidak bekerja dan beraktifitas lainnya), amati geni (atau tidak menyalakan api), amati lelungan (atau tidak bepergian) dan amati lelanguan ( atau tidak mengumbar hawa nafsu tidak bersenang-senang).

Petugas Jagabaya atau petugas keamanan lingkungan melakukan tugasnya keliling setiap jalan-jalan desa, hanya saja, mereka harus saling berjaga jarak ditengah wabah virus corona ini.

Menurut Maryoto, Camat Sukapura saat dikonfirmasi melalui ponselnya, meski ada wabah covid 19, perayaan nyepi warga suku tengger tidak terganggu. "Mereka tetap melakukan peribadatan tapa brata di rumah masing-masing. Untuk ibadah nyepi ini tidak ada pembatasan," kata Maryoto.

Selanjutnya jalan menuju Gunung Bromo baru akan dibuka pada hari Kamis (26/3) pukul 6.00 Wib pagi. Adanya virus korona, perlu diketahui wisata Gunung Bromo sampai saat ini ditutup untuk umum selama 2 minggu, dan sambil menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi
Berita Terpopuler
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  2 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  51 menit

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  1 jam

Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber