Berita Terbaru :
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda
Ratusan Tenaga Medis Jatim Terpapar Covid-19
Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
   

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 15:01 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Akses menuju Bromo ditutup total. Rumah-rumah warga juga ditutup rapat guna melakukan ritual tapa brata. Jalannya perayaan nyepi dijaga petugas pengamanan desa atau jaga baya. Foto Farid
Probolinggo pojokpitu.com, Ditengah wabah virus korona, warga Hindu Suku Tengger di Probolinggo, Rabu (25/3) pagi, tetap khidmad merayakan hari nyepi.

Perayaan hari raya nyepi tahun baru saka 1942 dirayakan pada hari Rabu (25/3) hingga Kamis (26/3) pagi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, wisata Gunung Bromo sudah ditutup sejak virus corona merebak. 

Penutupan juga berlaku di semua pintu masuk menuju Gunung Bromo, yaitu di 4 Kabupaten, Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.

Penutupan akses menuju Bromo ditutup total merupakan kali ke tiga dilakukan, sesuai permintaan dari persatuan umat Hindu Tengger di 4 kabupaten.

Dari pintu Kabupaten Probolinggo, penutupan dilakukan mulai Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura yang jaraknya 7 kilo meter menuju Bromo. Di Kecamatan Sukapura ada 4 desa mayoritas warganya beragama Hindu, yakni Desa Ngadas, Wonotoro, Jetak dan Ngadisari.

Nyaris tidak ada aktifitas yang dilakukan warga Suku Hindu Tengger, semua pintu cendela tertutup rapat. Warga fokus melaksanakan ibadah tapa brata. Tapa Brata meliputi, tapa brata amati karya (atau tidak bekerja dan beraktifitas lainnya), amati geni (atau tidak menyalakan api), amati lelungan (atau tidak bepergian) dan amati lelanguan ( atau tidak mengumbar hawa nafsu tidak bersenang-senang).

Petugas Jagabaya atau petugas keamanan lingkungan melakukan tugasnya keliling setiap jalan-jalan desa, hanya saja, mereka harus saling berjaga jarak ditengah wabah virus corona ini.

Menurut Maryoto, Camat Sukapura saat dikonfirmasi melalui ponselnya, meski ada wabah covid 19, perayaan nyepi warga suku tengger tidak terganggu. "Mereka tetap melakukan peribadatan tapa brata di rumah masing-masing. Untuk ibadah nyepi ini tidak ada pembatasan," kata Maryoto.

Selanjutnya jalan menuju Gunung Bromo baru akan dibuka pada hari Kamis (26/3) pukul 6.00 Wib pagi. Adanya virus korona, perlu diketahui wisata Gunung Bromo sampai saat ini ditutup untuk umum selama 2 minggu, dan sambil menunggu instruksi selanjutnya dari pemerintah. (pul/VD:YAN)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  2 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  5 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  8 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
Pojok Pitu

Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber