Berita Terbaru :
Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
   

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 13:12 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Umat Hindu Jombang akan merayakan hari raya tahun 2020 di rumah masing masing tanpa menggelar sembahyang nggembak geni dan darmasanti ke sanak famili. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Di tengah serangan virus corona, umat Hindu di Jombang meniadakan sejumlah tradisi meyambut hari raya nyepi. Sembahyangan yang biasa dilakukan umat Hindu sebelum bertapa hingga ogoh ogoh gagal dibakar.

Suasana Pura  Amertabuana, Dusun Ngepeh Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, Rabu (25/3) pagi, sudah mulai melakukan nyepi. Mereka sudah melakukan  empat pantangan di hari nyepi, yakni amati karya, atau tidak bekerja, amati lelungan, tidak bepergian, amati  geni, tidak menyalakan api, dan amati lelanguan tidak bersenang-senang.

Sebelum memasuk tapa brata ini, biasanya digelar tawur agung atau mengarak ogoh ogoh keliling kampung. Namun ditengah musibah virus corona semua kegiatan sebelum nyepi ditiadakan. Termasuk  sembahyang juga dilakukan dalam jumlah terbatas.

Wijiono salah satu pengurus pura mengaku, peniadaan sejumlah kegiatan perayaan dilakukan sesuai dengan intruksi pemerintah. Sebagai bentuk kepatuhan untuk mencegah penyebaran virus maka ritual ritual yang biasa ada di hari raya nyepi ditiadakan.

Bahkan pasca nyepi Kamis (26/3) besok, seluruh umat juga tidak akan melakukan darmasanti atau ujung ujung ke sanak saudara dan tokoh umat. Umat hindu akan tetap berada di rumah merayakan hari raya di rumah masing masing.  Mereka berharap musibah ini segera teratasai dan mereka bisa kembali melaksanakan ritual keagamaan bersama di pura. (pul)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  12 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  4 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  3 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber