Berita Terbaru :
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas Covid 19
Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Bupati Tuban Bersama Forkopimda Gowes Bareng dan Bagikan Masker
Pemerintah Lumajang Cek Gudang Tembakau
Kuota Internet Dari Kemendikbud Belum Cair
   

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 13:12 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Umat Hindu Jombang akan merayakan hari raya tahun 2020 di rumah masing masing tanpa menggelar sembahyang nggembak geni dan darmasanti ke sanak famili. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Di tengah serangan virus corona, umat Hindu di Jombang meniadakan sejumlah tradisi meyambut hari raya nyepi. Sembahyangan yang biasa dilakukan umat Hindu sebelum bertapa hingga ogoh ogoh gagal dibakar.

Suasana Pura  Amertabuana, Dusun Ngepeh Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, Rabu (25/3) pagi, sudah mulai melakukan nyepi. Mereka sudah melakukan  empat pantangan di hari nyepi, yakni amati karya, atau tidak bekerja, amati lelungan, tidak bepergian, amati  geni, tidak menyalakan api, dan amati lelanguan tidak bersenang-senang.

Sebelum memasuk tapa brata ini, biasanya digelar tawur agung atau mengarak ogoh ogoh keliling kampung. Namun ditengah musibah virus corona semua kegiatan sebelum nyepi ditiadakan. Termasuk  sembahyang juga dilakukan dalam jumlah terbatas.

Wijiono salah satu pengurus pura mengaku, peniadaan sejumlah kegiatan perayaan dilakukan sesuai dengan intruksi pemerintah. Sebagai bentuk kepatuhan untuk mencegah penyebaran virus maka ritual ritual yang biasa ada di hari raya nyepi ditiadakan.

Bahkan pasca nyepi Kamis (26/3) besok, seluruh umat juga tidak akan melakukan darmasanti atau ujung ujung ke sanak saudara dan tokoh umat. Umat hindu akan tetap berada di rumah merayakan hari raya di rumah masing masing.  Mereka berharap musibah ini segera teratasai dan mereka bisa kembali melaksanakan ritual keagamaan bersama di pura. (pul)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  5 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  7 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  3 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  16 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber