Berita Terbaru :
Gelombang Pasang Malah Jadi Tempat Wisata
Izin Tak Lengkap, Satpol PP Segel Usaha Budidaya Ayam Potong
Kemenag Masih Kordinasi Pembukaan Tempat Ibadah
Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Tak Pakai Masker, Puluhan HP dan KTP Warga Disita Petugas
KAI Jatim : Dokter "Whistleblower" Covid-19 Surabaya Harus Didukung
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda
Ratusan Tenaga Medis Jatim Terpapar Covid-19
Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
   

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung
Rehat  Rabu, 25-03-2020 | 13:12 wib
Reporter : Saiful Mualimin
Umat Hindu Jombang akan merayakan hari raya tahun 2020 di rumah masing masing tanpa menggelar sembahyang nggembak geni dan darmasanti ke sanak famili. Foto Saiful Mualimin
Jombang pojokpitu.com, Di tengah serangan virus corona, umat Hindu di Jombang meniadakan sejumlah tradisi meyambut hari raya nyepi. Sembahyangan yang biasa dilakukan umat Hindu sebelum bertapa hingga ogoh ogoh gagal dibakar.

Suasana Pura  Amertabuana, Dusun Ngepeh Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Jombang, Rabu (25/3) pagi, sudah mulai melakukan nyepi. Mereka sudah melakukan  empat pantangan di hari nyepi, yakni amati karya, atau tidak bekerja, amati lelungan, tidak bepergian, amati  geni, tidak menyalakan api, dan amati lelanguan tidak bersenang-senang.

Sebelum memasuk tapa brata ini, biasanya digelar tawur agung atau mengarak ogoh ogoh keliling kampung. Namun ditengah musibah virus corona semua kegiatan sebelum nyepi ditiadakan. Termasuk  sembahyang juga dilakukan dalam jumlah terbatas.

Wijiono salah satu pengurus pura mengaku, peniadaan sejumlah kegiatan perayaan dilakukan sesuai dengan intruksi pemerintah. Sebagai bentuk kepatuhan untuk mencegah penyebaran virus maka ritual ritual yang biasa ada di hari raya nyepi ditiadakan.

Bahkan pasca nyepi Kamis (26/3) besok, seluruh umat juga tidak akan melakukan darmasanti atau ujung ujung ke sanak saudara dan tokoh umat. Umat hindu akan tetap berada di rumah merayakan hari raya di rumah masing masing.  Mereka berharap musibah ini segera teratasai dan mereka bisa kembali melaksanakan ritual keagamaan bersama di pura. (pul)

Berita Terkait

Umat Hindu Suku Tengger Menggelar Tapa Brata Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi Tiadakan Tawur Agung

Potensi Pawai Ogoh-Ogoh, Agenda Pariwisata Tahunan

Umat Hindu Rayakan Tahun Baru Dengan Ritual Ngembak Geni
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  4 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  7 jam

Begini Reaksi Petugas Saat Pedagang Pasar Sono Terpapar Virus Corona
Metropolis  1 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber