Berita Terbaru :
   

Simpan Gula Dalam Jumlah Banyak, Petani Tebu Justru Cemas
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 24-03-2020 | 05:40 wib
Reporter : Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Pasca penggerebekan atas dugaan penimbunan gula pasir di Desa Slambur, membuat mayoritas petani tebu di Kabupaten Madiun mengaku resah. Semua petani yang memiliki gula dalam jumlah besar, sebagai bentuk bagi hasil dengan pabrik penggilingan tebu khawatir terlibat masalah hukum.

Sebelumnya penggerebekan gula dilakukan Satreskrim Polres Madiun di Desa Slambur. Akibat langkah itu sang pemilik mengaku  trauma menyimpan gula. Padahal menurut petani, gula tersebut hasil kesepakatan antara petani tebu dengan pabrik gula sebagai bagi hasil setoran panen tebu.

Ketua DPC Asosiasi Petani Tebu Indonesia, APTRI PG Rejo Agung Baru, Suwandi mengaku, sesuai aturan Kementan tebu dari petani dikirim ke pabrik untuk dijadikan gula. Dari hasil gula tersebut, 34 persen menjadi hak milik pabrik selaku pengolah tebu. Sedangkan 66 persen, menjadi hak milik petani. "Dari 66 persen itu, petani mendapatkan 10 persen gula yang bisa dibawa pulang," kata Suwandi.

Petani berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah mampu  bersikap adil dalam pengambilan keputusan. Sehingga tidak berdampak pada petani tebu. (pul)

Berita Terkait

Stok Gula di Jatim Dipastikan Aman

Harga Gula di Lumajang Melambung

Harga Gula Melonjak Ditengah Wabah Covid 19 Serta Jelang Ramadhan

Simpan Gula Dalam Jumlah Banyak, Petani Tebu Justru Cemas
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber