Berita Terbaru :
Pengangguran Jadi Pembobol Rumah Untuk Biaya Hidup
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
DPUPR Klaim Proyek Sambungan Perpipaan Beda Dengan Program PDAM
Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Hilang Kendali, Truk Boks Tabrak Pohon Hingga Terguling
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Kos
Sidak Protokol Kesehatan di Pasar Hewan, Puluhan Pembeli dan Penjual Dirapid Test
Kantor Bank Jatim Cabang Bojonegoro Tutup 3 Hari Akibat Pegawai Positif Covid -19
Tuntut Ganti Rugi, Pemilik Kios Pasar Baru Lurug Pemkab
Satu Guru Terpapar Covid-19, SMKN 1 Bojonegoro Kembali Belajar Daring
Kenalan di Medsos, Kakek Satu Cucu Perkosa Pelajar di Rumahnya Sendiri
Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Kasus Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Polri Tak Beri Izin Liga 1
Empat Pemain Persebaya Positif Covid 19
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
   

Warga Gelar Kesenian Dongkrek Untuk Pengusir Pagebluk
Tempo Doeloe  Sabtu, 21-03-2020 | 02:05 wib
Reporter : Tova Pradana
Puluhan warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, berkeliling desa dengan memainkan kesenian dongkrek. Foto: Tova Pradana
Madiun pojokpitu.com, Berbagai macam cara dilakukan warga untuk mencegah penyebaran virus corona. Di Kabupaten Madiun, warga memggelar kesenian dongkrek berkeliling desa. Kesenian ini konon merupakan cara ampuh mengusir pagebluk.

Kesenian dongkrek merupapakan kesenian pengusir pagebluk mayangkoro atau wabah penyakit, dimasa Raden Ngabei Lo Prawirodipuro pada tahun 1867.  Dimana masyarakat Mejayan kala itu dilanda wabah penyakit yang dikisahkan sakit pada pagi hari dan sore harinya meninggal dunia.

Memainkan alat kesenian beduk, kentongan dan korek ini dimaksudkan untuk  pengusiran roh halus pembawa wabah penyakit ini, digambarkan barisan buto kolo dapat diusir oleh orang tua sakti yang memimpin barisan dongkrek.

Puguh Wijayanto , Lurah Pandean, mengatakan, kesenian ini kembali dimainkan oleh warga, sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, yang tak bisa dilihat wujudnya dengan kasat mata. 

Selama  berkeliling desa, warga juga melantunkan sholawat dan puji-pujian, yang berisikan doa untuk meminta kepada tuhan agar dijauhkan dari segala macam wabah penyakit. (yos)

Berita Terkait

Warga Gelar Kesenian Dongkrek Untuk Pengusir Pagebluk

Lestarikan Budaya Tradisional, Pemuda Madiun Terus Produksi Alat Kesenian Dongkrek
Berita Terpopuler
Laka Lantas Truk Lpg, Honda Jazz dan 2 Sepeda Motor, 1 Meninggal
Peristiwa  7 jam

Mayat Laki Laki Ditemukan Disungai Dengan Beberapa Luka
Peristiwa  5 jam

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Peristiwa  9 jam

Warga Pesisir Jember Tak Terpengaruh Isu Tsunami
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Mobil Wuling Ludes Terbakar di Tol Gempol-Pandaan
Pojok Pitu

Viral Danramil dan Anggota Bubarkan Orkes Hajatan
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber