Berita Terbaru :
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
Tiga Bos Nasional Turun Tangan Selesaikan Konflik Klenteng Tuban
Warga Datangi Balai Desa Tuntut Penutupan Kandang Ayam
Tolak UU Omnibus Law, BEM Malang Raya Gelar Aksi Demo
Bencana Angin Kencang, Sejumlah Pohon Tumbang Timpa Rumah
Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Dinas Pendidikan Berlakukan Belajar Tatap Muka Tingkat SD-SMP Masuk Zona Hijau dan Kuning
Seorang Laki-Laki Tanpa Identitas Tenggelam di Sungai Bengawan Solo
Persebaya Tagih Hak Komersial Rp 800 Juta Per Bulan ke PSSI
Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
   

Anggota Dewan Imbau Pemkot, Operasi Pasar Harus Merata
Metropolis  Jum'at, 20-03-2020 | 18:54 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Untuk menekan melonjaknya harga dan kelangkaan sejumlah komoditi seperti gula pasir, telor dan bawang putih, membuat Disperindag Kota Surabaya, langsung melakukan operasi pasar di sejumlah kecamatan. Dalam operasi pasar ini juga dipantau langsung oleh anggota DPRD Kota Surabaya.

Dalam operasi pasar yang digelar Disperindag Kota Surabaya di kantor Kelurahan Tanjungsari Surabaya, langsung diserbu oleh warga. Terbukti, 3 komoditi sembako yang mulai langka dan harganya melonjak tinggi seperti gula pasir yang harga di pasaran saat ini mencapai Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu, telor mencapai Rp 25 ribu per kilogram dan bawang putih per kilogramnya mencapai Rp 40 rupiah, dengan sekejap ludes dibeli masyarakat.

Pada operasi pasar yang dipantau langsung anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya ini, komoditi gula pasir paling banyak diburu warga, meski pembelian hanya dibatasi 1 kilogram per - item. Kabid Distribusi Disperindag Surabaya, Trio Wahyubowo, mengatakan pada operasi pasar ini, memang menjual gula dibawa harga tertinggi yakni seharga Rp 12 ribu dan sengaja membatasi pembelian karena hanya menyediakan gula pasir sebanyak 1 kuintal atau 100 kilogram setiap titik.

Sementara Jhon Tamrun, anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, berharap warga tidak panic buying, dan membeli barang secukupnya, karena dampaknya akan merugikan masyarakat sendiri. Selain itu, Pemkot juga harus menggelar operasi pasar secara merata, tidak hanya beberapa kecamatan, sehingga bisa menjaga stabilitas harga.

Seperti diketahui, operasi pasar ini sudah masuk pada putaran ketiga yang disebar disetiap kelurahan dengan 3 komoditi yang dijual, antara lain gula seharga Rp 12.200, bawang putih dijual Rp 11 ribu dan telur dijual dengan harga Rp 22.700.(end)

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Covid 19, Bulog Adakan Operasi Pasar Murah

Anggota Dewan Imbau Pemkot, Operasi Pasar Harus Merata

Gula Pasir Mahal, Ratusan Warga Serbu Pasar Murah

Gubenur Jawa Timur Gelar Operasi Pasar Gula
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  9 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  7 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  3 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  5 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber