Berita Terbaru :
Terapkan Pasar New Normal di Trenggalek, Istri Bupati Merasa Aman Berbelanja
Melahirkan di RSUD, 4 Orang Ibu Reaktif Covid-19
TNI Polri Bubarkan Pengunjung Kafe Tak Patuhi Protokol Kesehatan Covid 19
Pemerintah Akan Buka 9 Sektor Ekonomi Dampak Covid 19
Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Begini Persiapan New Normal Pendidikan di Kabupaten Kediri
Pamakaman Pasien PDP Corona di Lereng Bukit Bentar
Buka Tutup, Al Akbar Surabaya Kembali Gelar Sholat Jumat
Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Ratusan Orang Ikut Rapid Tes di GOR Sidoarjo
5 Orang Kontak Erat Dengan Sekeluarga Meninggal Dunia Telah Dikarantina
Rapid Test Massal, 52 Warga Reaktif Langsung Dibawa ke Hotel
Gema Sholawat Iringi Kepulangan Pasien Covid-19 Sembuh
Dimasa Pandemi Covid 19 Jumlah Laka Turun Drastis
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
   

Jelang Nyepi, Pemuda di Banyuwangi Buat Ogoh-Ogoh
Rehat  Kamis, 19-03-2020 | 18:58 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun 1942 saka, para pemuda-pemudi Hindu di Desa Adat Patoman, Banyuwangi, bergotong royong membuat ogoh-ogoh. Dengan memanfaatkan bahan dari alam dan bahan bekas serta dana swadaya dari warga, mereka bisa membuat tiga patung ogoh-ogoh yang dikerjakan setelah pulang dari sekolah bersama-sama di balai dusun.

Bertempat di Balai Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, tampak ramai oleh para pemuda-pemudi desa yang sedang sibuk membuat ogoh-ogoh.

Di balai dusun inilah, para pemuda-pemudi Hindu mulai dari bangku sekolah dasar (SD) hingga bangku kuliah tampak bersama-sama membuat ogoh-ogoh. Untuk membuat ogoh-ogoh ini, mereka mengerjakannya setelah pulang dari sekolah. Pemuda-pemudi Hindu ini bisa membuat ogoh-ogoh, karena mendapat ilmu secara turun temurun para leluhur orang tua mereka.

Dalam membuat satu ogoh-ogoh, terbagi menjadi beberapa kelompok. Untuk kelompok pemuda, membuat bagian tubuh yang sulit diantaranya wajah dan perlengkapan dengan cara diukir dan dicat. Sementara untuk pemudi Hindu, mereka hanya membantu asesoris yang kurang dan menempelkan pada karton yang sudah diukir.

Untuk bahan yang dibuat ogoh-ogoh, mereka memanfaatkan bahan-bahan bekas yang sudah dipakai. Di antaranya bambu bekas, kertas semen, sapu bekas serta steorofoam sisa pembuatan ogoh-ogoh pada tahun kemarin. Untuk proses pewarnaan ogoh-ogoh, mereka mendapatkan bantuan dana swadaya dari warga Hindu setempat.

Proses pembuatan satu ogoh-ogoh tidaklah mudah. Mereka saling gotong royong untuk bisa menjadi bentuk yang diinginkan. Kesulitan membuat ogoh-ogoh ini, terletak pada bagian kepala, yakni pemasangan rambut dan membuat hiasan yang berbentuk ukiran.

Pada perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini, pemuda-pemudi Hindu ini membuat tiga patung ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk keinginan para leluhur desa. "Ogoh-ogoh sendiri menggambarkan sosok angkara murka yang ada pada diri manusia yang nantinya patung tersebut akan dibakar pada saat malam perayaan Hari Raya Nyepi yang bertujuan untuk menghilangkan nafsu agar kita kembali suci," kata Made Widodo,Wakil Parisada Desa Adat Patoman.

Untuk bisa membuat satu patung ogoh-ogoh, mereka membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Kreativitas para pemuda-pemudi ini, membuat seluruh masyarakat desa mempercayakan pada mereka menjadi panitia untuk pembuatan patung ogoh-ogoh.

Pembuatan ogoh-ogoh ini, sudah menjadi tradisi di Desa Adat Patoman atau sering dikenal dengan kampung Bali untuk persiapan menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun 1942 saka yang jatuh pada tanggal 25 Maret 2020.(end)

Berita Terkait

Jelang Nyepi, Pemuda di Banyuwangi Buat Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Butuh Waktu Dua Bulan untuk Buat Delapan Ogoh-Ogoh
Berita Terpopuler
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  13 jam

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin
Metropolis  5 jam

Duh, Remaja Cantik Gantung Diri di Pintu Rumahnya
Metropolis  4 jam

Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
Metropolis  11 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber