Berita Terbaru :
3 Warga Ponorogo Positif Virus Corona Merupakan Cluster Pelatihan Haji di Surabaya
Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di Surabaya
Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
6 Orang di Tulungagung Positif Covid
Begini Aksi Bonek Peduli Pagebluk Corona
Dokter Ini Bilang Jenasah Jenazah Positif Covid-19 Tidak Menular
Tengkorak Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai
Kompetisi Bola Basket Indonesia Akan Berjalan Pasca Wabah Covid 19
Bantuan Alat Kesehatan Untuk Petugas Medis Terus Berdatangan
Komunitas Kebaya Indonesia Peduli Covid 19 Sebarkan Masker
IDI Surabaya Siapkan Relawan Tangani Pasien Covid 19
Pabrik Laundry Sarang Walet Terapkan Physical Distancing
   

Jelang Nyepi, Pemuda di Banyuwangi Buat Ogoh-Ogoh
Rehat  Kamis, 19-03-2020 | 18:58 wib
Reporter : Iqbal Mustika dan Handoko Khusumo
Banyuwangi pojokpitu.com, Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun 1942 saka, para pemuda-pemudi Hindu di Desa Adat Patoman, Banyuwangi, bergotong royong membuat ogoh-ogoh. Dengan memanfaatkan bahan dari alam dan bahan bekas serta dana swadaya dari warga, mereka bisa membuat tiga patung ogoh-ogoh yang dikerjakan setelah pulang dari sekolah bersama-sama di balai dusun.

Bertempat di Balai Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, tampak ramai oleh para pemuda-pemudi desa yang sedang sibuk membuat ogoh-ogoh.

Di balai dusun inilah, para pemuda-pemudi Hindu mulai dari bangku sekolah dasar (SD) hingga bangku kuliah tampak bersama-sama membuat ogoh-ogoh. Untuk membuat ogoh-ogoh ini, mereka mengerjakannya setelah pulang dari sekolah. Pemuda-pemudi Hindu ini bisa membuat ogoh-ogoh, karena mendapat ilmu secara turun temurun para leluhur orang tua mereka.

Dalam membuat satu ogoh-ogoh, terbagi menjadi beberapa kelompok. Untuk kelompok pemuda, membuat bagian tubuh yang sulit diantaranya wajah dan perlengkapan dengan cara diukir dan dicat. Sementara untuk pemudi Hindu, mereka hanya membantu asesoris yang kurang dan menempelkan pada karton yang sudah diukir.

Untuk bahan yang dibuat ogoh-ogoh, mereka memanfaatkan bahan-bahan bekas yang sudah dipakai. Di antaranya bambu bekas, kertas semen, sapu bekas serta steorofoam sisa pembuatan ogoh-ogoh pada tahun kemarin. Untuk proses pewarnaan ogoh-ogoh, mereka mendapatkan bantuan dana swadaya dari warga Hindu setempat.

Proses pembuatan satu ogoh-ogoh tidaklah mudah. Mereka saling gotong royong untuk bisa menjadi bentuk yang diinginkan. Kesulitan membuat ogoh-ogoh ini, terletak pada bagian kepala, yakni pemasangan rambut dan membuat hiasan yang berbentuk ukiran.

Pada perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini, pemuda-pemudi Hindu ini membuat tiga patung ogoh-ogoh dengan berbagai bentuk keinginan para leluhur desa. "Ogoh-ogoh sendiri menggambarkan sosok angkara murka yang ada pada diri manusia yang nantinya patung tersebut akan dibakar pada saat malam perayaan Hari Raya Nyepi yang bertujuan untuk menghilangkan nafsu agar kita kembali suci," kata Made Widodo,Wakil Parisada Desa Adat Patoman.

Untuk bisa membuat satu patung ogoh-ogoh, mereka membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Kreativitas para pemuda-pemudi ini, membuat seluruh masyarakat desa mempercayakan pada mereka menjadi panitia untuk pembuatan patung ogoh-ogoh.

Pembuatan ogoh-ogoh ini, sudah menjadi tradisi di Desa Adat Patoman atau sering dikenal dengan kampung Bali untuk persiapan menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi tahun 1942 saka yang jatuh pada tanggal 25 Maret 2020.(end)

Berita Terkait

Jelang Nyepi, Pemuda di Banyuwangi Buat Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Warga Tengger Laksanakan Ritual Mecaru dan Arak Ogoh-Ogoh

Butuh Waktu Dua Bulan untuk Buat Delapan Ogoh-Ogoh
Berita Terpopuler
Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  1 jam

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  2 jam

6 Orang di Tulungagung Positif Covid
Covid-19  3 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber