Berita Terbaru :
Warga Panen Ikan Saat Debit Air Waduk Dawuhan Mengering
Seorang Pemuda Ngaku Dapat Bisikan Gaib Untuk Begal Payudara Wanita
Polrestabes Surabaya Terima 100 Ribu Masker Kesehatan Untuk Masyarakat Miskin
Pemkot Tutup Karanggayam, 20 Club Persebaya Mengadu dan Dukung MA-Mujiaman
Pemkab Gresik Sangat Serius Untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
Euphoria Sepak Bola Usia Dini
Dewan Adat Majapahit Protes Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Sejumlah Karyawati Pabrik
Dua Pasang Calon Walikota Blitar Deklarasikan Kampanye Damai dan Sehat
Deklarasi Damai, Kampanye Pilkada Kota Surabaya Harus Sesuai Protokol Kesehatan
Bawaslu Ajak Kedua Paslon Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan Saat Kampanye
Forkopimda Gelar FGD dan Deklarasi Pilkada Damai Serta Sehat
Satreskrim Polresta Banyuwangi Bekuk Dua Pelaku dan Empat Penadah Motor
Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Seluruh Paslon Deklarasi Pemilu Damai
1 Pedagang Terkonfirmasi Covid-19, Pasar Desa Mojorejo Ditutup
   

Hebat, Pria Lumpuh Ciptakan Kreasi Layak Jual
Sosok  Senin, 16-03-2020 | 05:25 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Keterbatasan fisik tidak membuat seseorang untuk berhenti berkarya dan mengandalkan belas kasihan orang lain dengan meminta-minta di jalanan. Seperti sosok warga di Kabupaten Malang ini misalnya.

Turiyan (57) warga Dusun Lipur, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit Kebupaten Malang, perajin anyaman bambu dengan kondisi keterbatasan fisik. Turiyan tidak gampang menyerah dengan mengandalkan belas kasihan orang lain.

Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, Turiyan menggunakan mobil-mobilan dari kayu buatannya sendiri. Sebagai pengganti kursi roda yang tidak mampu dibelinya. Kedua kakinya lumpuh sementara kedua tangannya tidak sepenuhnya berfungsi normal. Kondisi itu tidak menyurutkan Turiyan untuk terus berkarya demi memenuhi kebutuhan ekonominya.

Pria yang hidup sendiri di rumahnya itu menghabiskan waktunya sebagai perajin anyaman bambu. Dengan segala keterbatasan serta menggunakan alat seadanya, berbagai jenis peralatan dapur dari anyaman bambu dihasilkan. Untuk bisa menyelesaikan satu hasil karya, Turiyan mampu mengerjakan selama satu hari. Satu jenis barang dijual secara bervariatif mulai dari harga Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu tergantung pada ukuran barang.

Kondisi cacat fisik dialami Turiyan sejak masih duduk di kelas 2 SD. Saat itu Turiyan main di sungai dan terjatuh, sehingga menyebabkan kedua kakinya terjepit diantara bebatuan sungai. "Sejak saat itu, mengalami nyeri pada kedua kaki hingga kemudian sekitar 5 tahun kemudian kedua kaki dinyatakan lumpuh," kata Turiyan.

Turiyan satu dari banyak orang yang terus berkarya meskipun dengan keterbatasan fisik. Dibutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak agar hasil karya Turiyan dihargai secara layak.

Berita Terkait

Hebat, Pria Lumpuh Ciptakan Kreasi Layak Jual

Buruh Tani Tak Mampu Rawat Kedua Anaknya yang Lumpuh
Berita Terpopuler
Puluhan Santri Pesantren Terpapar Covid 19
Covid-19  7 jam

Dispendukcapil Tolak Permintaan RSUD Soal Perubahan Akta Bayi
Peristiwa  4 jam

Padat Karya Mangrove bagi Pemulihan Ekonomi Nasional
Peristiwa  12 jam

LSM Yakini RSUD Tak Melakukan Mal Administrasi
Peristiwa  18 jam



Cuplikan Berita
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Pojok Pitu

Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Hingga Malam Hari Bukit Bentar Terbakar, Petugas Masih Lakukan Pemadaman Manual
Jatim Awan

Kebakaran Gudang Margomulyo, Tiga Isi Gudang Ludes Dilalap Api
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber