Berita Terbaru :
   

Kajian KPK: BPJS Kesehatan Tidak Perlu Menaikan Iuran Bulanan
Politik  Sabtu, 14-03-2020 | 22:16 wib
Reporter : Iman Pujiono
Wakil Ketua KPK Nurul Gufron
bpjs pojokpitu.com, KPK menemukan sejumlah penyebab devisit keuangan dari Badan Peyelengara Jaminan Sosial , BPJS Kesehatan setiap tahun. Dari hasil kajian yang sudah dimulai sejak 2014, KPK menyatakan penerapan kenaikan iuran BPJS yang kemudian dibatalkan Mahkamah Agung beberapa hari lalu belum tentu bisa menagung devisit BPJS kesehatan.

Wakil Ketua KPK Nurul Gufron dalam keterangan persnya, Jumat (13/3) malam, kenaikan iuran BPJS yang dibatalkan tersebut belum tentu bisa menanggung devisit keuangan BPJS."Kami melakukan penelitian sejak 2014 lalu, ditemukan fakta bahwa devisi anggaran di BPJS Kesehatan tidak dapat diselesaikan hanya dengan kenaikan iuran," kata Nurul Gufron.

Menurut Nurul, ada beberapa aspek didalam pengelolan keuangan BPJS Kesehatan. Seperti harus melakukan beberapa mekanisme  terkait pelayanan yang harus diubah. Terutama pasien yang mengunakan BPJS Mandiri dan penyakit tertentu

Sementara debuti pencegahan Pahala Naingolan menyapaikan, agar BPJS Kesehatan membatasi pemberian manfaat bagi pasien-pasien penyakit katastropik. Yaitu penyakit yang disebabkan gaya hidup tidak sehat. "Klaim untuk penyakit katastropik pada 2018 lalu 30 persen dari total klaim BPJS Kesehatan atau setara Rp 28 triliun," kata Pahala Naingolan.

Pahala menuturkan, lima penyakit katastropik itu adalah jantung,  diabetes,  kanker, stroke, dan gagal ginjal.  Menurut Pahala, pembatasan pemberian manfaat dapat diterapkan kepada orang-orang yang mempunyai gaya hidup tidak sehat.

Seperti diketahui  BPJS Keseatan mengalami devisit keuangan setiap tahun, sehingga Kementrian Keuangan harus menyutik dana untuk menyelamatkan BPJS kesehatan. Juga iuran BPJS perlu dinaikan 100 perser pada Januari 2020. Namun kenaikan tersebut kandas lantaran keputusan dibatalkan Mahkamah Agung . (pul)




Berita Terkait

Kajian KPK: BPJS Kesehatan Tidak Perlu Menaikan Iuran Bulanan
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber