Berita Terbaru :
Cegah Corona, Kades Sisir Home Industri Tanpa Masker
3 Warga Ponorogo Positif Virus Corona Merupakan Cluster Pelatihan Haji di Surabaya
Banjir Kiriman Rendam Puluhan Lapak Pedagang Pasar
Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di Surabaya
Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
6 Orang di Tulungagung Positif Covid
Begini Aksi Bonek Peduli Pagebluk Corona
Dokter Ini Bilang Jenasah Jenazah Positif Covid-19 Tidak Menular
Tengkorak Manusia Ditemukan di Pinggir Sungai
Kompetisi Bola Basket Indonesia Akan Berjalan Pasca Wabah Covid 19
Bantuan Alat Kesehatan Untuk Petugas Medis Terus Berdatangan
Komunitas Kebaya Indonesia Peduli Covid 19 Sebarkan Masker
IDI Surabaya Siapkan Relawan Tangani Pasien Covid 19
   

Marak Virus Corona, Pasutri Pembuat Gula Jawa Varian Jahe dan Cengkeh Banjir Orderan
Icip - Icip  Sabtu, 14-03-2020 | 09:17 wib
Reporter : Muhammad Zainurofi
Kediri pojokpitu.com, Mewabahnya virus corona tipe baru atau covid-19 di dunia, yang juga berdampak terhadap negara Indonesia, mendatangkan berkah bagi perajin gula jawa jahe asal Kabupaten Kediri. Pasalnya, rempah-rempah yang terkandung dalam gula jawa jahe tersebut, diyakini mampu meningkatkan imun atau daya kekebalan tubuh manusia. Bahkan, pesanan naik dua kali lipat dari biasanya. Namun, perajin gula jahe juga terkendala bahan baku rempah tradisional, yang langka di pasaran.

Penyebaran virus corona tipe baru atau (covid-19) terus bertambah. Saat ini sudah hampir seratus ribu pasienterjangkit, dan hampir empat ribu yang tewas, juga berdampak ke Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah ada empat pasien yang dinyatakan positif corona, dan dirawat di RSUD Jawa Barat.

Meski hingga kini belum ada obatnya, namun salah satu profesor dari Unair Surabaya menyatakan, agar manusia mengkonsumsi rempah tradional atau empon-empon. Karena rempah tradisonal diyakini mampu meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh manusia.

Hal mendatangkan berkah bagi pasangan suami istri Guncono dan Sri Wahyuni, pembuat gula jawa jahe asal Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Bahkan, pesanan dari pelanggan naik dua kali lipat dari biasanya.

Gula jawa jahe buatan pasutri Guncono dan Sri Wahyuni tersebut, terdapat delapan macam rempah di dalamnya. Yakni jahe, kunyit, kayu manis, serai, cengkeh, daun pandan dan kapulaga untuk membuat gula jawa jahe ini. Semua bahan rempah diparut dan diambil sarinya, lalu direbus hingga mendidih. Selanjutnya bahan gula jawa dimasukkan kedalam wajan, dan direbus hingga mencair, dan kemudian dicetak di bidang kayu yang berlubang.

Sri Wahyuni mengatakan, merebaknya virus corona di Indonesia, pesanan gula jawa jahe ramai orderan. Jika hari-hari biasa ia hanya menghabiskan 15 kilogram, namun sekarang dalam sehari bisa mencapai 23 kilogram. Namun saat ini ia terkendala bahan rempah-rempah yang langka di pasaran. Jika ada harganya bisa naik hingga dua kali lipat.

Untuk harganya per kotak isi delapan biji dijual Rp 8.000 hingga Rp 10.000 ribu. Selain dari Kediri dan sekitarnya, pesanan juga datang dari Kota Surabaya, Sidoarjo, Banten bahkan hingga keluar Jawa seperti Batam dan Kalimantan Selatan.(end)




Berita Terkait

Marak Virus Corona, Pasutri Pembuat Gula Jawa Varian Jahe dan Cengkeh Banjir Orderan

Minuman Segar Peningkat Imunitas Tubuh
Berita Terpopuler
Dua PDP Meninggal, 10 Lainnya Dinyatakan Positif
Covid-19  2 jam

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Covid-19  3 jam

6 Orang di Tulungagung Positif Covid
Covid-19  3 jam

Satu Warga Pamekasan Positif Covid-19, Sebelumnya Sempat Ikut Pelatihan Haji di ...selanjutnya
Covid-19  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber