Berita Terbaru :
78 Kg Sabu-Sabu dan Puluhan Ribu Pil Ekstasi, Koplo dan Happy Five Dimusnahkan
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
   

Puluhan Siswa Belajar di Bawah Atap Kelas Rawan Ambrol
Peristiwa  Jum'at, 13-03-2020 | 16:25 wib
Reporter : Ito Wahyu
Ngawi pojokpitu.com, Puluhan siswa kelas 1, 2 dan 3 SDN Gemarang 3, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi harus belajar di bawah ancaman ruang kelas yang rawan ambrol. Bahkan untuk siswa kelas 3 terpaksa dipindah ke ruang gudang sekolah karena ruang kelas 3 digunakan untuk ruang guru.

Di SDN 3 Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, banyak ruang kelas ini mengalami kerusakan parah. Bahkan untuk pelajar di kelas 1,2 dan 3 paling memprihatinkan.
 
Siswa kelas 3 terpaksa harus dipindah ke gudang dalam proses belajar mengajar setiap harinya. Sedangkan untuk ruangan kelas 3 digunakan sebagai ruang guru. Karena diketahui sekolah tersebut tidak memiliki ruang guru. Hampir seluruh ruangan ini, kondisi bagian atapnya hampir ambrol. Bahkan di ruang kelas 1 terdapat plafon atap yang sudah terbuka dan nyaris jatuh, meski begitu proses belajar mengajar tetap dijalankan.
 
Kepala SDN 3 Gemarang, Sumarni menjelaskan,  terakhir kali sekolah tersebut dibangun pada tahun 2014 menggunakan dana alokasi khusus. Namun setelah itu tidak ada perbaikan lagi.

"Meski sudah beberapa kali mengajukan, namun belum pernah mendapat bantuan. Saat ini malah akan mendapat bantuan untuk ruang perpustakaan, padahal kondisi yang paling mendesak adalah ruang untuk kelas 1, 2dan 3," kata Sumarni, Kepala SDN 3 Gemarang, Ngawi.
 
Pihaknya berharap agar sekolah yang dinaunginya ini segera mendapat bantuan perbaikan. Diketahui kondisi bangunan yang sudah sangat tidak layak. Mulai dari bagian atap, lantai, serta pintu yang sebagian sudah banyak yang rapuh.(end)
 


Berita Terkait

Puluhan Siswa Belajar di Bawah Atap Kelas Rawan Ambrol
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  12 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  10 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber