Berita Terbaru :
Ratusan Kaum Milenial di Jatim Mengikuti Lomba Cipta Lagu Partai Golkar
Antisipasi Penyebaran Corona Saat Libur Panjang, Petugas Awasi Tempat Wisata
Ditutup Peziarah Makam Gus Dur Baca Tahlil di Luar
Puncak Long Weekend PT Kai Daop 8 Operasionalkan 71 Kereta
Daerah Zona Kuning Ada di 23 Kabupaten Kota
Dinas Pendidikan Harus Realisasikan Program Seragam Gratis Jangan Kembali Gagal
Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Mandek di Polda Jatim
Jamaah Ansharu Syariah Malang Demo Boikot Prancis
Ketua Tim Pemenangan MAJU: Pilwali Nyaman dan Kondusif
Lokasi Wisata Waterpark Masih Sepi
Antisipasi Banjir dan Jalan Rusak Pj Bupati Sidoarjo Sidak Pengerjaan Jalan
Libur Panjang, Stasiun Bojonegoro Tambah Dua Kereta Api
Anggaran Perbaikan Jalan di Ngawi Turun Drastis
Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Perdana, Risma Kampanye Bersama Eri Cahyadi Sapa Warga Bulak
   

Masih Ada, Lansia Sebatang Kara Tidur Beralaskan Karung Bekas
Sosok  Jum'at, 13-03-2020 | 15:47 wib
Reporter : M.Ramzi
Hanya bisa terbaring, karena kaki mbah Sariyem tidak bisa digerakkan akibat penyakit rematik akut. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Seorang lansia di Parang Magetan, hidup memprihatinkan. Hidup sendirian, dengan tidur beralaskan karung bekas.

Adalah Sariyem (75) tinggal di Dusun Jenglong Kelurahan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Sariyem hidup sebatang kara, setelah ditinggal suaminya meninggal dunia  15 tahun silam.

Sejak itu, ia harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena pernikahannya, tidak dikaruniai anak. Kini, Sariyem tidak bisa bekerja lagi, karena penyakit rematik akut yang dideritanya.

Hanya bisa berbaring di kamar tidur dan kakinya hampir tidak bisa digerakkan. Apalagi cuaca dingin, saat musim hujan, yang menyebabkan penyakitnya semakin kambuh. Untuk menghangatkan badannya, ia terpaksa menggunakan selimut dari karung bekas, yang juga dijadikan alas tidur.

Lilik Mujiarti, Sekretaris Dinas Sosial Magetan mengakui, bahwa mbah Sariyem tidak mendapat bantuan sembako, seperti penerima manfaat program keluarga harapan, atau PKH. Karena yang bersangkutan belum memiliki NIK.

"Namun Sariyem mendapat bantuan dari program bunda kasih, dan bantuan dari BAZ Magetan. Selain itu, bersama Dispenduk Magetan, sudah melakukan perekaman e-KTP,  sehingga bisa diusulkan menerima bantuan lain," kata Lilik.

Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dispendukcapil Magetan, Sariyem memang belum pernah melakukan perekaman e-KTP. Sehingga tidak melakukan Nomer Induk Kependudukan, atau NIK. (pul)


Berita Terkait

Masih Ada, Lansia Sebatang Kara Tidur Beralaskan Karung Bekas

Pelukis Lansia Sukses Pasarkan Karyanya Hingga Mancanegara

Sadinah, Lansia Sebatang Kara Pencari Sisa Kacang

Lansia Sadar Lingkungan, Manfaatkan Sampah Jadi Pupuk Cair Siap Pakai
Berita Terpopuler
Machfud Klaim Unggul 20 Persen di Pilkada Surabaya, Poltracking Enggan Buka Suar...selanjutnya
Pilkada  7 jam

Gandeng Ulama Operasi Zebra Pelanggar Lalin dan Prokes Diberi Tausiah
Peristiwa  4 jam

Polsek Ampelgading Dipra Peradilankan
Malang Raya  5 jam

Polisi Ciptakan Laporan Kehilangan Via Aplikasi, Cegah Penyebaran Covid19
Teknologi  18 jam



Cuplikan Berita
Kapal Motor Muatan Solar Terbakar di Dermaga Pulau Gili Ketapang
Pojok Pitu

Jalan Penghubung Antar Kecamatan Longsor, Kendaraan Roda 4 Tidak Bisa Melintas
Pojok Pitu

Truk Penambang Pasir Terseret Banjir Lahar Semeru
Jatim Awan

Terjatuh Dari Motor Curiannya, Pelaku Babak Belur Dimassa
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber