Berita Terbaru :
Razia Kos, Petugas Amankan 3 Pasangan Bukan Suami Istri, Salah Satunya Seorang Pegawai Negeri
Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya
Tim Gugus Tugas Lakukan Penyemprotan Disinfektan ke Kantor DPPKAD Ponorogo
Terekam CCTV, Kawanan Pengamen Gondol Motor di Minimarket
1 Pegawai Meninggal dan 12 Positif, Kantor Pajak Ponorogo Di-Lock Down
Jelang Pemungutan Suara, Pemprov Jatim Gelar Rakor Kesiapan Pilkada 9
Diduga Belum Berizin, Proyek Diamond Village Juanda Disoal Warga
Sisir 18 Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjut Atas Kasus Penelantaran Bayi
Kasus Covid 19 Ponorogo Meningkat Signifikan
Tertimpa Dahan Pohon, Pengendara Motor Kritis
Banjir Kiriman Rendam 54 Rumah Warga di Kawasan Kota
Balita Korban Terseret Air Bah Ditemukan Meninggal
Humas Pemkot Sanggah Walikota Malang Terpapar Covid-19
Banjir Bandang Surut Warga Bersih-Bersih
Jalur Pantura dan Rumah Warga Terendam Banjir Bandang
   

Masih Ada, Lansia Sebatang Kara Tidur Beralaskan Karung Bekas
Sosok  Jum'at, 13-03-2020 | 15:47 wib
Reporter : M.Ramzi
Hanya bisa terbaring, karena kaki mbah Sariyem tidak bisa digerakkan akibat penyakit rematik akut. Foto M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Seorang lansia di Parang Magetan, hidup memprihatinkan. Hidup sendirian, dengan tidur beralaskan karung bekas.

Adalah Sariyem (75) tinggal di Dusun Jenglong Kelurahan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Sariyem hidup sebatang kara, setelah ditinggal suaminya meninggal dunia  15 tahun silam.

Sejak itu, ia harus berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena pernikahannya, tidak dikaruniai anak. Kini, Sariyem tidak bisa bekerja lagi, karena penyakit rematik akut yang dideritanya.

Hanya bisa berbaring di kamar tidur dan kakinya hampir tidak bisa digerakkan. Apalagi cuaca dingin, saat musim hujan, yang menyebabkan penyakitnya semakin kambuh. Untuk menghangatkan badannya, ia terpaksa menggunakan selimut dari karung bekas, yang juga dijadikan alas tidur.

Lilik Mujiarti, Sekretaris Dinas Sosial Magetan mengakui, bahwa mbah Sariyem tidak mendapat bantuan sembako, seperti penerima manfaat program keluarga harapan, atau PKH. Karena yang bersangkutan belum memiliki NIK.

"Namun Sariyem mendapat bantuan dari program bunda kasih, dan bantuan dari BAZ Magetan. Selain itu, bersama Dispenduk Magetan, sudah melakukan perekaman e-KTP,  sehingga bisa diusulkan menerima bantuan lain," kata Lilik.

Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dispendukcapil Magetan, Sariyem memang belum pernah melakukan perekaman e-KTP. Sehingga tidak melakukan Nomer Induk Kependudukan, atau NIK. (pul)


Berita Terkait

Masih Ada, Lansia Sebatang Kara Tidur Beralaskan Karung Bekas

Pelukis Lansia Sukses Pasarkan Karyanya Hingga Mancanegara

Sadinah, Lansia Sebatang Kara Pencari Sisa Kacang

Lansia Sadar Lingkungan, Manfaatkan Sampah Jadi Pupuk Cair Siap Pakai
Berita Terpopuler
Satu Keluarga Terseret Air, Satu Bayi Belum Ditemukan
Peristiwa  7 jam

Banjir Bandang Genangi Jalan Propinsi Pengendara Nekat Terobos Arus Banjir
Peristiwa  6 jam

Laskar Sakera dan DPAC Barisan Kader Gus Dur Bantur Siap Amankan Pilkada dan Duk...selanjutnya
Politik  11 jam

Gunung Semeru Terus Keluarkan Guguran Lava
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Kejam, Sesosok Bayi Mungil Ditelantarkan di Pos Ronda
Pojok Pitu

Tebing Dipadat Pemukiman Longsor, Rumah Warga Nyaris Ambruk
Pojok Pitu

Diguyur Hujan Lebat Satu Jam, Sejumlah Ruas Jalan Protokol Tergenang Banjir
Jatim Awan

Lahar Dingin Gunung Semeru Penuhi Sungai Besuk
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber