Berita Terbaru :
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
Nisan Juke Sruduk Avanza, Begini Jadinya
   

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Life Style  Jum'at, 13-03-2020 | 07:30 wib
Reporter : Mohammad Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Yayasan Kinasih di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, mampu mengangkat derajat hidup kaum disabilitas dari berbagai usia . Melalui kreatifitas membatik, 50 kaum difabel dapat menghasilkan buah karia yang memiliki nilai ekonomis.

Bertempat di tegalan yang teduh terletak di samping rumah Yayasan Kinasih Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar ini, puluhan orang penyandang disabilitas memproduksi batik ciprat.  Seperti metodenya yang diciprat-cipratkan,  mereka tampak nyaman menikmati hidup meski dalam kondisi fisik yang serba terbatas.

Dengan kegiatan kewirausahaan inklusif ini, yayasan kinasih mampu mengangkat derajat hidup mereka yang mengalami tuna grahita, tuna wicara, tuna daksa yang berasal dari  berbagai usia.

Meskipun memiliki kekurangan pada dirinya, mereka dalam sehari dapat memproduksi 10 sampai 15 lembar batik ciprat jika dipasarkan dalam bentuk kain seharga Rp 170 sampai Rp 200 ribu per lembar.

Batik ciprat ini merupakan hasil karya oleh tangan para penyandang disabilitas, meski tidak lepas dari pendampingan , mereka yang berjumlah 54 orang itu terlibat mulai proses awal hingga finishing pembuatan batik ciprat.

Esty Ning Rahayu , salah satu disabilitas di yayasan kinasih mengatakan , dirinya baru enam bulan bergabung di yayasan kinasih untuk membuat batik ciprat. Meskipun ia mengalami cacat pada kedua tanganya tak mengurangi tekatnya untuk membuat bati bersama temanya.

Edy Cahyono , pendiri yayasan kinasih  mengatakan total keseluruhan kaum difabel atau disabilitas yang membuat batik ciprat ada 54 orang, dengan 25 di antaranya warga setempat.

Saat ini batik ciprat karya kaum di sabilitas yayasan kinasih ini masih terjual di wilayah Blitar dan seluruh Jawa Timur. (yos)

Berita Terkait

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  20 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  5 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  9 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber