Berita Terbaru :
Eka Eki
Membusuk Bunuh Diri, Diduga Akibat Depresi Gejala Covid-19
Kapolda Kunjungi Kampung Tangguh di Lamongan
Alhamdulillah, 42 Persen Pasien Covid-19 di Tulungagung Telah Sembuh
Total Pasien Sembuh di Jatim Tembus 699 Orang
Sistem Zonasi Akan Diterapkan Per Wilayah Kabupaten Kota
Meski Di Tengah Pandemi, Kanim Selesaikan Ribuan Paspor Haji
PT KAI Daop 8 Surabaya Rumuskan Pedoman Antisipasi New Normal
Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Aduh Uber Menghancurkan Ribuan Sepeda Listrik, Kenapa?
Amankah Pemanis Buatan untuk Penderita Diabetes?
Rumah Milik Warga di Ponorogo Nyaris Roboh
RSUD dr Mohamad Saleh Gunakan Aferisis Untuk Terapi Pasien Covid 19
Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
   

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Life Style  Jum'at, 13-03-2020 | 07:30 wib
Reporter : Mohammad Imron Danu
Blitar pojokpitu.com, Yayasan Kinasih di Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, mampu mengangkat derajat hidup kaum disabilitas dari berbagai usia . Melalui kreatifitas membatik, 50 kaum difabel dapat menghasilkan buah karia yang memiliki nilai ekonomis.

Bertempat di tegalan yang teduh terletak di samping rumah Yayasan Kinasih Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar ini, puluhan orang penyandang disabilitas memproduksi batik ciprat.  Seperti metodenya yang diciprat-cipratkan,  mereka tampak nyaman menikmati hidup meski dalam kondisi fisik yang serba terbatas.

Dengan kegiatan kewirausahaan inklusif ini, yayasan kinasih mampu mengangkat derajat hidup mereka yang mengalami tuna grahita, tuna wicara, tuna daksa yang berasal dari  berbagai usia.

Meskipun memiliki kekurangan pada dirinya, mereka dalam sehari dapat memproduksi 10 sampai 15 lembar batik ciprat jika dipasarkan dalam bentuk kain seharga Rp 170 sampai Rp 200 ribu per lembar.

Batik ciprat ini merupakan hasil karya oleh tangan para penyandang disabilitas, meski tidak lepas dari pendampingan , mereka yang berjumlah 54 orang itu terlibat mulai proses awal hingga finishing pembuatan batik ciprat.

Esty Ning Rahayu , salah satu disabilitas di yayasan kinasih mengatakan , dirinya baru enam bulan bergabung di yayasan kinasih untuk membuat batik ciprat. Meskipun ia mengalami cacat pada kedua tanganya tak mengurangi tekatnya untuk membuat bati bersama temanya.

Edy Cahyono , pendiri yayasan kinasih  mengatakan total keseluruhan kaum difabel atau disabilitas yang membuat batik ciprat ada 54 orang, dengan 25 di antaranya warga setempat.

Saat ini batik ciprat karya kaum di sabilitas yayasan kinasih ini masih terjual di wilayah Blitar dan seluruh Jawa Timur. (yos)

Berita Terkait

Batik Ciprat Karya Kaum Disabilitas
Berita Terpopuler
Kapolres Malang Siapkan 1.295 Personil Untuk New Nomral Life
Malang Raya  11 jam

Terminal Kertonegoro Ngawi Mati Suri
Peristiwa  5 jam

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Aktifis PA GMNI Lakukan Tabur Bunga di TMP
Peristiwa  10 jam

RSUD dr Mohamad Saleh Gunakan Aferisis Untuk Terapi Pasien Covid 19
Teknologi  9 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber