Berita Terbaru :
Jumlah Kasus Positif Covid 19 Ponorogo 24 Orang, Yang 8 Sudah Sembuh
Warga Binaan Lapas Wanita Silaturahmi Secara Virtual
Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Warga Serbu Amplop Lebaran Yang Dipasang di Pagar Rumah
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
   

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir
Metropolis  Rabu, 11-03-2020 | 15:44 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Kondisi genangan yang tidak kunjung surut juga terjadi di Sekolah Dasar Negeri Banjar Asri. Proses belajar mengajar tidak maksimal dan setiap sekolah mengenakan sepatu karet. Foto Muji
Sidoarjo pojokpitu.com, Desa Banjar Asri dan Desa Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, hingga kini air masih digenangi banjir. Warga semakin resah, karena waktu menginjak tiga bulan lamanya air tidak bisa surut.

Genangan air sulit mengalir ke sungai, karena saluran air sebagian sudah terhalang oleh lahan yang diuruk oleh PT Minarak Brantas Gas. Sebagian warga sudah tidak tahan menempati rumahnya dan terpaksa mengungsi di mushola dan sanak saudaranya.

Meski kondisi genangan tidak surut dan berdampak ke pemukiman warga, masih ada aktivitas pengurukan dan persiapan pengeboran.

Roudho, salah satu warga Desa Banjar Asri mengatakan, keluarganya bersama suadara lain yang rumahnya tergenang air terpaksa harus mengungsi. "Karena faktor adanya pengurukan lahan oleh PT Minarak Brantas Gas yang rencana akan melakukan pengeboran gas alam," kata Roudho.

Setiap kali akan melakukan pengurukan lahan, warga yang berdekatan dengan lokasi tersebut mendapatkan satu kantong beras dan uang tunai Rp 50 ribu. Atau jika PT Minarak Brantas Gas akan mengebor, warga kembali mendapatkan satu kantong beras dan uang tunai Rp 50 ribu setiap kepala keluarga. (pul)

Berita Terkait

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  3 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  5 jam

Seorang Warga Ponorogo Tewas Menenggak Racun Serangga
Peristiwa  44 menit

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  16 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber