Berita Terbaru :
Penjual Ketupat Matang Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19
Kapolres Cek Gudang Beras Bulog Madusari
Pandemi Covid 19, Polisi Binmas Bagi Buku Gratis Ke Siswa Pedesaan
Suket Tak Lengkap, Pengguna Jasa Penyebrangan Balik Kanan
Arema Usulkan Liga 1 Berlanjut di Era New Normal
Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
   

Pasutri Bunuh Diri Tinggalkan Surat Wasiat, Begini Kisahnya
Malang Raya  Rabu, 11-03-2020 | 10:37 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Sepasang suami istri di wilayah Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Sang suami pilih bunuh diri dengan cara gantung diri, dan sang istri tewas usai menenggak racun.

Pelaku bunuh diri JW (42) dan YR (38) warga Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kejadian diperkirakan Selasa (10/3) pukul 08.00 wIB pagi, dan dilaporkan kepada pihak Polsek Wagir satu jam kemudian. Petugas langsung mendatangi TKP guna proses evakuasi korban yang dilaporkan gantung diri dan minum racun.

Namun, petugas menemukan para pelaku sudah berada di lantai dalam kondisi tidak bernyawa. Keduanya sudah dievakuasi oleh warga yang mengetahui kejadian tersebut, sebelum dilaporkan ke polisi.

Menurut AKP Sri Widyaningsih, Kapolsek Wagir, pihaknya langsung mencari penyebab tewasnya Pasutri tersebut. Ternyata faktor ketidakharmonisan dalam rumah tangga dan dalam proses perceraian. Saat hari ditemukan tewas, seharusnya mereka sidang mengikuti putusan perceraian.

Kondisi sang suami yang gantung diri menggunakan tali tampar dan sang istri tergeletak diatas kasur bersimbah busa di mulut. Pelaku ditemukan salahsatu anaknya dan kemudian memanggil warga untuk mendapat pertolongan.

"Pelaku juga meninggalkan surat wasiat kepada anak-anaknya, terutama kepada anak pertama diminta untuk menjaga adik-adiknya, serta menyuruh mengubur dalam satu liang lahat dan tidak boleh diotopsi lantaran sudah ikhlas melakukan bunuh diri," kata AKP Sri Widyaningsih.

Pihak keluarga segera menyemayamkan kedua jasad suami istri dan dimakamkan dalam satu liang lahat sesuai permintaan. (pul)

Berita Terkait

Diduga Depresi, Seorang Kakek Nekad Terjun Ke Sungai

Takut Corona, ODP Bakar Diri dan Tenggak Bensin

Dicerai Istrinya, Pria Gantung Diri Disudut Taman

Diduga Bunuh Diri, Pria Tanpa Identitas Tewas Dilindas Argo Wilis
Berita Terpopuler
19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  10 jam

Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  1 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  8 jam

LPT Unair Tutup, RS Rujukan Bingung Periksa Sampel Swab Pasien
Kesehatan  9 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber