Berita Terbaru :
Tim Gugus Tugas Tinjau Persiapan Kampus Tangguh
30 Persen Pagu PPDB Tingkat SMP di Bangkalan Masih Kosong
Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pandemi Covid19, Ribuan Petugas KPU Situbondo Ikuti Rapid Test
Jelang Musim Kemarau, BPBD Bojonegoro Mulai Petakan Daerah Rawan Kekeringan
Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Persetujuan
BKKBN Jatim Baru Tercapai 70 Ribu Akseptor
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan Gempa
   

Pasutri Bunuh Diri Tinggalkan Surat Wasiat, Begini Kisahnya
Malang Raya  Rabu, 11-03-2020 | 10:37 wib
Reporter : Khaerul Anwar
Malang pojokpitu.com, Sepasang suami istri di wilayah Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Sang suami pilih bunuh diri dengan cara gantung diri, dan sang istri tewas usai menenggak racun.

Pelaku bunuh diri JW (42) dan YR (38) warga Desa Petungsewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kejadian diperkirakan Selasa (10/3) pukul 08.00 wIB pagi, dan dilaporkan kepada pihak Polsek Wagir satu jam kemudian. Petugas langsung mendatangi TKP guna proses evakuasi korban yang dilaporkan gantung diri dan minum racun.

Namun, petugas menemukan para pelaku sudah berada di lantai dalam kondisi tidak bernyawa. Keduanya sudah dievakuasi oleh warga yang mengetahui kejadian tersebut, sebelum dilaporkan ke polisi.

Menurut AKP Sri Widyaningsih, Kapolsek Wagir, pihaknya langsung mencari penyebab tewasnya Pasutri tersebut. Ternyata faktor ketidakharmonisan dalam rumah tangga dan dalam proses perceraian. Saat hari ditemukan tewas, seharusnya mereka sidang mengikuti putusan perceraian.

Kondisi sang suami yang gantung diri menggunakan tali tampar dan sang istri tergeletak diatas kasur bersimbah busa di mulut. Pelaku ditemukan salahsatu anaknya dan kemudian memanggil warga untuk mendapat pertolongan.

"Pelaku juga meninggalkan surat wasiat kepada anak-anaknya, terutama kepada anak pertama diminta untuk menjaga adik-adiknya, serta menyuruh mengubur dalam satu liang lahat dan tidak boleh diotopsi lantaran sudah ikhlas melakukan bunuh diri," kata AKP Sri Widyaningsih.

Pihak keluarga segera menyemayamkan kedua jasad suami istri dan dimakamkan dalam satu liang lahat sesuai permintaan. (pul)

Berita Terkait

Diduga Bunuh Diri, Pemuda Ditemukan Tewas di Jalur KA

Diduga Depresi, Suharti Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur

Ichsan Asal Tuban Bunuh Diri Dengan Cara Potong Alat Kelamin

Dilarang Keluar Rumah, Seorang Warga di Ngawi Lakukan Percobaan Bunuh Diri
Berita Terpopuler
Karyawan Sier Antisipasi Gempa Jepara Susulan, Surabaya Termasuk Daerah Rawan G...selanjutnya
Metropolis  8 jam

Bupati Sudah Memilih Calon Sekda, Tinggal Menunggu Surat Dari Mendagri Untuk Per...selanjutnya
Malang Raya  6 jam

Demi Efisiensi Pembelajaran, 83 SD Diregroup
Pendidikan  2 jam

Asap Cair Batok Kelapa Diklaim Jadi Obat Penangkal Covid-19
Kesehatan  5 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Peserta UTBK Rapid Test di Lokasi Ujian
Pojok Pitu

Gempar, Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Pojok Pitu

Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Jatim Awan

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber