Berita Terbaru :
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
Polisi Tetapkan Ibu Bayi Sebagai Tersangka Penelantaran
Hendak Menginap di Rumah Janda, TNI Gadungan Diamankan
Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
   

SBY Kuliah Umum di Unair, Anggap Presiden Jokowi Lemah Soal Konflik KPK-Polri
Pendidikan  Selasa, 10-02-2015 | 17:06 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Menghadiri kuliah umum di hadapan mahasiswa baru program pendidikan di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Presiden Republik Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak terjebak dalam konflik politik. Ia menilai konflik KPK-Polri sangat merugikan rakyat.

Menghadiri kuliah umum di hadapan mahasiswa baru program pendidikan profesi, spesialis, magister di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Presiden Republik Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa(10/02/2015) siang, menghimbau agar mahasiswa dapat melakukan hemat energi.

Hemat energi menurut mantan orang nomor satu di Indonesia ini meminta agar masyarakat Indonesia menghindari konflik terutama masalah yang tak ada manfaat. Menurut SBY, konflik internal terjadi di negara ini seperti perselisihan antara KPK dan Polri, dinilai hanya membuang energi secara sia-sia.

Menurutnya, konflik tersebut terjadi akibat sistem ketatanegaraan dan pemerintahan dijalankan secara tidak benar. Bahkan praktik politik dan demokrasi tidak dijalankan dengan bijak serta tidak mementingkan masyarakat.

Selain itu SBY menganggap konflik internal ini membuang tenaga dan merugikan masyarakat. Pasalnya, energi untuk membangun kondisi negeri di berbagai bidang justru terabaikan. "Kondisi ini saat ini justru jauh berbeda dengan era 17 tahun yang lalu. Situasi politik saat ini lebih gaduh, parlemen lebih kuat sedangkan Presiden tidak sekuat sebelumnya," terang SBY.

Kondisi ini membuat banyak pihak menilai jika Indonesia menggunakan sistem semi parlementer atau semi presidensil. Mengakhiri kuliah umumnya, SBY berharap agar para lulusan perguruan tinggi memiliki pemikiran yang mengabdi untuk kepentingan bangsa.

SBY berharap lahirnya generasi baru yang mampu mengatasi gejolak, politik dan keamanan dengan cara politik serta demokrasi yang lebih baik.(fer)


Berita Terkait

Ini Angka Kemenangan Demokrat

SBY Vs Antasari, Begini Reaksi Pak Jokowi

Keterbatasan Pemain ,Putri SBY Tetap Optimis Pertahankan Gelar Juara Piala Buhde Karwo 2016

Dianggap Kaya Punya Harta Rp 9 Triliun, SBY Marah Besar!
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  14 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  15 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Peristiwa  4 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  14 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber