Berita Terbaru :
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
   

Akibat Wabah Virus Corona, Pembuat Jamu Herbal Kebanjiran Pembeli
Icip - Icip  Sabtu, 07-03-2020 | 22:10 wib
Reporter : Moh. Hasan
Virus corona atau covid-19 di Indonesia, membuat pedagang jamu herbal di Kabupaten Pamekasan kebanjiran order. Apalagi ada kabar, jika empon-empon yang jadi bahan baku jamu tradisional efektif menangkal virus tersebut, menambah permintaan meningkat hingga 2 kali lipat. Foto Moh. Hasan
Pamekasan pojokpitu.com, Akibat virus corona di Indonesia, penjualan jamu tradisional di Kabupaten Pamekasan mengalami peningkatan penjualan hingga 50 persen dalam perharinya. Jika hari biasanya hanya memproduksi sekitar 75 liter, namun kini bisa sampai 150 liter dalam tiap harinya.

Peningkatan itu juga dirasakan oleh Evi Herawati pemilik usaha rivie herbal, di Desa Larangan Tokol Kecamatan Tlanakan Pamekasan, Madura Jawa Timur.

Evi mengatakan, sejak pemerintah mengumumkan wabah virus corona sudah menjangkit 4 orang warga Indonesia, ada kenaikan omzet penjualan jamunya. Sehingga kewalahan dalam melayani pesanan tiap harinya, bahkan pemesan jamu buatan hingga dari Kabupaten Sampang.

Biasanya dalam setiap harinya, hanya terjual 50 botol kini bisa mencapai 100 botol perharinya. Hal tersebut terjadi jika ada kabar bahwa empon-empon yang mengandung curcuma seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur yang merupakan bahan baku jamu buatan Evi, dapat menangkal virus covid-19. "Jamu yang paling banyak disukai oleh pemesan yakni jamu sinom yang terbuat dari kunyit, asem dan temulawak," kata Evi Herawati.

Meskipun senang dengan kebanjiran order, Evi juga khawatir dengan kenaikan harga bahan baku tinggi, seiring dengan kenaikan permintaan, namun untuk saat ini, kenaikan bahan baku masih wajar, sehingga harga jamu miliknya tidak dinaikkan.

Selain jamu sinom, rivie herbal juga memproduksi jenis jamu berbahan empon-empon lainnya seperti, beras kencur, temulawak, dan wedang pokak. (pul)



Berita Terkait

Pemkab Pamekasan Bentuk Satgas Pencegahan Penyebaran Virus Corona

Akibat Wabah Virus Corona, Pembuat Jamu Herbal Kebanjiran Pembeli

Dinkes Kabupaten Madiun Waspadai Virus Corona
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  53 menit

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  3 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  14 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber