Berita Terbaru :
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Umroh Distop, Penjualan Perlengkapan Umroh Menurun
Info Haji  Jum'at, 06-03-2020 | 06:15 wib
Reporter : M. Ramzi
Penghentian umroh sementara oleh Arab Saudi, berdampak pada penjualan perlengkapan umroh di Kabupaten Magetan. Foto: M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Kebijakan pemerintah Arab Saudi, untuk menghentikan sementara ibadah umroh, berdampak ada omzet penjualan perlengkapan umroh di Kabupaten Magetan. Seperti yang terjadi di toko perlengkapan umroh dan haji di Jalan Pahlawan, Kelurahan Tambran Kota Magetan.

Sejak ada kebijakan penghentian sementara ibadah umroh, omzet penjualan perlengkapan umroh menjadi menurun sebesar 25 persen dari biasanya.

Pada hari-hari biasanya penjualan perlengkapan umroh seperti baju, kain ihkrom, topi, sandal, payung, kantong kerikil dan masker, bisa mencapai 500 ribu perharinya, kini menurun menjadi Rp 375 ribu per harinya.

Denisa Faristy, pegawai toko perlengkapan haji, menerangkan, penurunan penjualan terjadi akibat banyaknya jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci, karena penghentian umroh sementara yang dilakukan Arab Saudi.

Sementara, untuk penjualan makanan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan kismis, masih stabil dan tidak terpengaruh oleh penghentian sementara umroh tersebut.

Pemilik toko hanya berharap, ibadah umroh segera dibuka kembali, agar penjualan perlengkapan umroh kembali stabil. (yos)

Berita Terkait

Umroh Distop, Penjualan Perlengkapan Umroh Menurun
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  6 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  1 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  4 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  5 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber