Berita Terbaru :
Jamaah Thoriqah Syatariyah Shalat Ied Hari Ini
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Tanpa Vaksin, Dokter Tiongkok Temukan Cara Baru Obati Pasien Covid-19
Rumah Via Vallen Didatangi Mobil Puskesmas dan Polisi
Lebaran Tim Medis Dan Pasien Covid 19, Sampaikan Pesan Protokol Kesehatan
Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
PSBB Tahap 2 Surabaya Raya Akan Berakhir, Namun Pertambahan Covid 19 Masih Tinggi
Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Cegah Covid 19, Rutan Medaeng Berlakukan Drive Thru Pengunjung
Waspada! Anak Muda Paling Rentan Alami Masalah Mental Selama Pandemi
Puluhan Napi Gunakan Fasilitas Video Call Untuk Berlebaran Dengan Keluarga
Tercatat Sebanyak 25 Masjid di Kota Batu Gelar Sholat Ied
Lebaran Ala Petugas Medis RS PHC Surabaya
Pesan Bang Hotman Paris Pada Momen Idul fitri Tahun Ini
Komentar Direktur Pasific Studies Tentang Pilkada 2020
   

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo
Metropolis  Jum'at, 06-03-2020 | 02:22 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Pemkab Sidoarjo meminta kepada ITS untuk mengkaji banjir di Desa Kadungbanteng dan Banjarasri Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo. Foto Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Tim ITS yang pernah melakukan pengkajian di kawasan banjir Tanggulangin, menemukan penurunan tanah 8 sentimeter. Atas temuan itu, mulai hari ini, tim ITS akan melakukan kajian ulang dengan penerjunkan 4 tim ahli geologi, hiydrologi dan tata kota dan geomatika.

Dalam pertemuan PLT Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, Kamis (5/3) siang, membahas tentang penanganan banjir di Desa Kedungbanteng dan Banjarasri Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo. Pertemuan tersebut melibatkan beberapa pihak, termasuk tim dari ITS.

Nur Ahmad Syaifudin seusai pertemuan itu mengatakan, Pemkab Sidoarjo menujuk tim ITS, untuk mengkaji kondisi Desa Kedungbanteng dan Banjarasri yang sudah sekian lama genangan airnya tidak kunjung surut.

"Dua desa tersebut pada tahun 2016 pernah dilakukan kajian oleh tim ITS, karena warga khawatir adanya pengeboran oleh PT. Minarak Brantas Gas," kata Nur Ahmad Syaifudin.

Sementara itu Prof Amin Widodo, Ahli Geologi ITS mengatakan, genangan di Desa Kedungbanteng dan Banjarasri kecamatan Tanggulangin hanya disebabkan curah hujan tinggi. Akan tetapi juga disebabkan kondisi tanah yang mengalami penurunan.

"Tahun 2016 lalu, pernah melakukan kajian di 2 desa dan terdapat penurunan tanah 8 sentimeter, dalam kurun waktu 3 bulan. Juga terdapat cekungan sehingga air susah mengalir ke muara," kata Prof Amin Widodo.

Tim ITS akan melakukan penelitian dasar, dengan melihat kondisi penurunan tanahnya, sistem tata air dan karakteristik pemukimannya, kemudian disimpulkan secara cepat. (PUL)

Berita Terkait

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Berita Terpopuler
PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Covid-19  1 jam

Petugas Amankan Truk Mudik Pengangkut Mobil
Peristiwa  3 jam

Honda PCX Bakal Pakai Mesin Berkapasitas Lebih Besar dari Nmax?
Otomotif  14 jam

Bursa Transfer: Bek Tangguh ke MU, Bomber Maut ke Liverpool
Sepak Bola  13 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber