Berita Terbaru :
Dewan Harap New Normal Kembali Geliatkan Perekonomian Masyarakat
Razia Masker, Petugas Temukan Pengendara Tak Memakai Masker
Jadwal Baru MotoGP 2020 Diharapkan Rampung Sebelum Akhir Juli
Dengan Protokol Ketat Santri Ponpes Zainal Hasan Genggong Kembali ke Pesantren
Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Penjual Perlengkapan dan Oleh-Oleh Haji Terancam Rugi Puluhan Juta
TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerintah
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
   

Kakek Paruh Baya Cabuli Tetangga yang Masih di Bawah Umur
Mataraman  Selasa, 03-03-2020 | 19:33 wib
Reporter : Simon bagus, Mochammad Herlambang,
Trenggalek pojokpitu.com, Polisi amankan seorang kakek paruh baya di Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Kakek tersebut ditangkap karena terbukti melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Kakek yang berusia 50 tahun itu bernama Kemis, warga Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Kemis sering melakukan beberapa aksi, seperti yang sudah dilaporkan kepada petugas, ia sering memegang beberapa bagian tubuh wanita di sekitar tempat tinggalnya.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, kakek yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka itu sudah berperilaku menyimpang secara seksual sejak 2011. Aksi Kemis berakhir setelah ia mencabuli tetangganya, seorang anak yang masih berusia 10 tahun.

Pencabulan itu dilakukan saat orang-orang salat subuh. Tersangka masuk ke salah satu rumah yang tidak dikunci. Di dalam rumah itu, hanya ada korban sendirian. Tersangka langsung mendekat dan memegang bagian tubuh korban.

Korban sempat berteriak beberapa kali, dengan menyebut nama tersangka, teriakan itu akhirnya mengundang banyak perhatian warga sekitar. Saat tetangga mulai berdatangan, tersangka langsung melarikan diri.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, korban Kemis tak cuma seorang. Tercatat 5 wanita yang mengaku pernah menjadi korban Kemis. Bahkan ibu dan nenek korban anak di bawah umur itu pernah menjadi korban. Juga 2 tetangga yang lain. Nenek korban pernah dipegang bagian tubuhnya di depan umum.

Modus pelecehan seksual yang Kemis lakukan juga berbeda-beda. Beberapa kali ia mengeluarkan kemaluan di depan para perempuan. Kemis juga pernah menyentuh bagian-bagian sensitif mereka. Berdasarkan pengakuan dari saksi-saksi dalam catatan petugas, aksi Kemis ada yang dilakukan sekali, 3 kali, bahkan 4 kali.

Polisi juga telah mengecek kondisi kejiwaan tersangka. Hasilnya, tersangka dinyatakan tak mengalami gangguan jiwa. Kemis mengaku aksi itu ia lakukan karena dorongan hasrat seksual. Di rumah, ia hanya tinggal sendiri. Sang istri sudah meninggal sejak 2015. Sementara sang anak sudah tinggal di tempat lain.

Tersangka diancam dengan undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(end)

Berita Terkait

Pendeta Diadili, Hakim Lanjutkan ke Pembuktian

Istri Jadi TKW, Pria Bejat Ini Setubuhi Anak Gadis Tetangga

Berkas Kasus Pendeta Cabul, Akhirnya P21

Cabuli Anak di Bawah Umur, Kakek di Banyuwangi Diamankan Polisi
Berita Terpopuler
Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  9 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  6 jam

Karaoke Nekat Beroperasi Di Tengah Pendemi Covid-19, 7 Orang Diamankan
Peristiwa  5 jam

TNI Polri Salurkan Puluhan Ton Beras Terhadap Warga yang Luput Bantuan Pemerinta...selanjutnya
Peristiwa  8 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber