Berita Terbaru :
Tim Satgas Pangan Sidak Harga Daging Ayam Capai Rp 40 Ribu
Duka Mendalam Salah Satu Korban Mobil Terbakar di Pasuruan, Karena Besok Ultah
Dua Petugas Medis Terkonfirmasi Positif Covid-19
Walikota Malang Pastikan PSBB Tak Diperpanjang
Sidang DPR
PSBB Jilid III, Desa Waru Menjadi Pusat Percontohan Menekan Angka Penyebaan Virus Covid-19
Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Hari Pertama Masuk Kerja, ASN dan Jurnalis Jalani Rapid Test
Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Pandemi Covid 19 Ternyata Berdampak Pada Penjual Janur dan Ketupat
Polsek Sukolilo Pantau Pengamanan Perumahan Terapkan Protap Covid 19
Usaha Jasa Sablon Kaos Kebanjiran Order di Tengah Pandemi Covid 19
Rayakan Lebaran di Rusunawa, Walikota Bawakan Opor Ayam dan Lontong Ketupat Untuk Pasien Karantina
Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
   

Mapala Sesali PT. Garam Tak Bisa Atasi Sampah Kumuh di Wilayah Industri Garam
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 03-03-2020 | 16:43 wib
Reporter : Wildan Lipu Prasasti
Sumenep pojokpitu.com, Puluhan mahasiswa pencinta alam (Mapala) melakukan aksi tutup mulut dan teatrikal di depan kantor PT. Garam Persero Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan melihat kekumuhan sampah di dua desa dekat wilayah industri garam yang dikelola PT. Garam. Selain itu, para mahasiswa juga memberikan bingkisan kado berupa dokumentasi sampah yang ada di wilayah industri garam tersebut.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam Wirasta, Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan aksi membungkam mulut dan teatrikal di depan kantor PT. Garam Persero Kalianget.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan kepada pihak PT. Garam Persero yang tidak mampu menyelesaikan permasalahan sampah yang sangat kumuh di dekat wilayah industri garam yang dikelola PT. Garam Persero, kumuhan sampah yang merajalela ini berada di 2 desa, yaitu Desa Pinggirpapas dan Desa Karanganyar.
 
Selain itu, para mahasiswa juga memberikan kado berupa dokumentasi ke kumuhan di wilayah tersebut, agar Kepala Dirut PT. Garam mengetahui pasti keadaan saat ini  di lapangan. "Barangkali Dirut PT. Garam belum mengetahui pasti kekumuhan sampah yang sangat meresahkan masyarakat, kami berharap dengan kado tersebut, yang bersangkutan sadar dan paham bahwa upaya yang dilakukan selama ini dinilai gagal total," kata Achmada Fauzi Abrori, korlap aksi.
 
Sementara itu, pihak PT. Garam mengaku, bahwa sudah melakukan upaya yang sudah tepat dan benar, dengan memberikan fasilitas kontener gerbong sampah ke tiap desa. "Kami melihat permaslahannya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat akan keperdulian lingkungan sekitar," tutur Sentot  Wahyu Hidayat, Staf Humas PT. Garam.

Para peserta aksi mengancam  kepada pihak PT. Garam dalam waktu 7x24 jam mampu menyelesaikan kumuhan sampah tersebut. Bahkan pihaknya meminta bantuan Mentri BUMN atau presiden untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, bila permasalahan ini tak kunjung selesai.(end)

Berita Terkait

Mapala Sesali PT. Garam Tak Bisa Atasi Sampah Kumuh di Wilayah Industri Garam
Berita Terpopuler
Sekolah Shift Untuk Redakan Kejenuhan Siswa
Pendidikan  10 jam

Kasus Covid-19 Surabaya, Diprediksi Segera Mencapai Puncaknya
Covid-19  11 jam

Akses Eks Lokalisasi Dadapan Sumberejo Ditutup Portal
Peristiwa  10 jam

Hadapi Pandemi, Polres Tulungagung Siapkan Belasan Kampung Tangguh
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber