Berita Terbaru :
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
Lestarikan Sumber Mata Air, Bupati Bojonegoro Bersama Forkopimda dan Masyarakat Kerja Bakti
Razia Warung Remang-Remang, Amankan Terduga PSK
Satu Pedagang Meninggal Covid, Ratusan Warga Dirapid
Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolinggo
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
   

Ketua PHRI: Kereta Gantung Tidak Boleh Dibangun di Sekitar Laut Pasir atau Kawah Bromo
Ekonomi Dan Bisnis  Minggu, 01-03-2020 | 04:06 wib
Reporter : Farid Fahlevi
Berbagai respon disampaikan pelaku wisata terkait rencana pembangunan kereta gantung di sekitar gunung bromo di Kabupaten Probolinggo. Salah satu respon dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Probolinggo, yang menolak pembangunan kereta gantung berada di area laut pasir atau sekitar kawah gunung Bromo. Foto Farid Fahlevi
Probolinggo pojokpitu.com, Siapa yang tidak mengenal gunung Bromo yang berada di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Jawatimur.

Untuk mencapai ke kawah Bromo dan beberapa tempat lain di sekitar gunung, pengunjung bisa menggunakan 2 jasa transportasi. Yakni jasa transportasi jeep dan ojek kuda.

Namun ketenangan para pelaku wisata, khususnya di bidang transportasi belakangan ini terusik, dengan rencana pembangunan kereta gantung di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Apalagi peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 80 tahun 2019, tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur, salah satunya di kawasan Bromo Tengger Semeru.

"Yang membuat resah, keberadaan kereta gantung akan berada di sekitar kawah bromo dan kawasan pasir. Tidak tanggung-tanggung nilai proyek ini mencapai Rp 350 milyar," kata Digdoyo, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Probolinggo.
 
Gunung bromo sendiri marupakan tempat konservasi alam. Seharusnya kereta dibangun di sekitar perbukitan bromo, dimana tempat tersebut tidak dijangkau transportasi jeep atau ojek kuda.
 
Pelaku wisata di area bromo berharap, Pemerintah Pusat, Pemprov Jatim hingga pemerintah Kabupaten Probolinggo bisa mendengar keluhan dari pelaku wisata itu. (pul)
 


 


Berita Terkait

Wisata Alam Gunung Bromo Mati Suri, Pelaku Wisata Berharap Bromo Segera Dibuka

Pelaku Wisata Desak Taman Wisata Bromo Tengger Semeru Dibuka

Wisata Gunung Bromo Akan Ditutup Tanggal 19 Maret Esok

Ketua PHRI: Kereta Gantung Tidak Boleh Dibangun di Sekitar Laut Pasir atau Kawah Bromo
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  10 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  11 jam

Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Metropolis  26 menit

Indahnya Hamparan Hijau Bukit Betitang dan Buki Candi Diujung Selatan Probolingg...selanjutnya
Mlaku - Mlaku  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber