Berita Terbaru :
PPNI Membuat APD Dari Helm Proyek dan Kaleng Plastik Bekas
Pembagian Masker Berujung Kemacetan di Pintu Masuk Suramadu
Hujan Deras Lima Jam, Jalur Poros Pantura Banjir
Hari Pertama Penerapan PSBB Masih Banyak Pelanggaran di Jalan
Disnaker : 15 Perusahaan Rumahkan Pekerja Saat Pandemi Covid-19
Bapenda Prediksi PAD Terpenuhi 50 Persen Dengan Target Rp 715 Miliar
ODR Meningkat di Kabupaten Malang
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
   

Sandiwara Penculikan, Korban Disuruh Bohong Oleh Pelaku
Mataraman  Sabtu, 29-02-2020 | 11:09 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Sandiwara penculikan terjadi di Nganjuk. Seorang anak SD mengaku disuruh seorang pria tak dikenal untuk bilang kepada gurunya, agar mengaku diculik. Korban menuruti pria tersebut karena diancam akan dicubit jika menolak, dan akan diberi uang Rp 2 ribu jika menurut.

Kejadian itu di Sekolah Dasar Banaran 1 Kertosono Nganjuk. Korbannya VA seorang siswi kelas 1, semula mengaku kepada gurunya telah menjadi korban percobaan penculikan oleh seorang pria tak dikenal.

Menurut guru kelas 1 Budi Kristanto, saat itu jam pulang sekolah pukul 10.00 WIB. Budi mendapatkan laporan dari SY teman Vanesa. SY berlari mendatangi gurunya dan melaporkan bahwa VA hendak diculik oleh seseorang saat menunggu jemputan dari orangtuanya di depan pagar luar sekolah.

Tak lama kemudian VA juga menuju gurunya dan awalnya bercerita dirinya hendak diculik oleh seorang pria tak dikenal. "Mendengar cerita VA, kami langsung melaporkan ke polisi setempat," kata Budi.

Sementara itu Kompol Djamin Kapolsek Kertosono Nganjuk menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap VA, mengaku kepada polisi bahwa dirinya disuruh oleh seorang pria menggunakan jaket hitam mengendarai motor Yamaha merah.

"VA mengaku disuruh pelaku untuk melaporkan ke gurunya bahwa dirinya hendak diculik, dan akan diberi uang Rp 2 ribu oleh pelaku. Namun jika tidak menurut maka VA akan dicubit," kata Kompol Djamin.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman atas isu penculikan tersebut, guna mencari pelakunya. (pul)

Berita Terkait

Warga Pasuruan Ditangkap Polda, Terbukti Menculik Anak WNA Malaysia

Sandiwara Penculikan, Korban Disuruh Bohong Oleh Pelaku

Polres Amankan Guru SD Diduga Pelaku Penculikan Anak

Bayi Usia 4 Bulan Nyaris Jadi Korban Penculikan
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  10 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  9 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  9 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber