Berita Terbaru :
Jumlah Pasien Sembuh 2 Orang, Namun Positif Bertambah 2 Orang
Tradisi Mandi di Laut Saat Lebaran Ketupat
Kabupaten Gresik Siap Menghadapi New Normal Dengan Penguatan Aturan
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
   

Sandiwara Penculikan, Korban Disuruh Bohong Oleh Pelaku
Mataraman  Sabtu, 29-02-2020 | 11:09 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Sandiwara penculikan terjadi di Nganjuk. Seorang anak SD mengaku disuruh seorang pria tak dikenal untuk bilang kepada gurunya, agar mengaku diculik. Korban menuruti pria tersebut karena diancam akan dicubit jika menolak, dan akan diberi uang Rp 2 ribu jika menurut.

Kejadian itu di Sekolah Dasar Banaran 1 Kertosono Nganjuk. Korbannya VA seorang siswi kelas 1, semula mengaku kepada gurunya telah menjadi korban percobaan penculikan oleh seorang pria tak dikenal.

Menurut guru kelas 1 Budi Kristanto, saat itu jam pulang sekolah pukul 10.00 WIB. Budi mendapatkan laporan dari SY teman Vanesa. SY berlari mendatangi gurunya dan melaporkan bahwa VA hendak diculik oleh seseorang saat menunggu jemputan dari orangtuanya di depan pagar luar sekolah.

Tak lama kemudian VA juga menuju gurunya dan awalnya bercerita dirinya hendak diculik oleh seorang pria tak dikenal. "Mendengar cerita VA, kami langsung melaporkan ke polisi setempat," kata Budi.

Sementara itu Kompol Djamin Kapolsek Kertosono Nganjuk menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap VA, mengaku kepada polisi bahwa dirinya disuruh oleh seorang pria menggunakan jaket hitam mengendarai motor Yamaha merah.

"VA mengaku disuruh pelaku untuk melaporkan ke gurunya bahwa dirinya hendak diculik, dan akan diberi uang Rp 2 ribu oleh pelaku. Namun jika tidak menurut maka VA akan dicubit," kata Kompol Djamin.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman atas isu penculikan tersebut, guna mencari pelakunya. (pul)

Berita Terkait

Warga Pasuruan Ditangkap Polda, Terbukti Menculik Anak WNA Malaysia

Sandiwara Penculikan, Korban Disuruh Bohong Oleh Pelaku

Polres Amankan Guru SD Diduga Pelaku Penculikan Anak

Bayi Usia 4 Bulan Nyaris Jadi Korban Penculikan
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  23 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  10 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  23 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber