Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Rawan Longsor, Tebing Penahan Bantaran Sungai Rusak Diterjang Banjir
Tapal Kuda Dan Madura  Sabtu, 29-02-2020 | 06:07 wib
Reporter : Felli kosasi
Meski tidak ada korban jiwa, beberapa rumah tergerus air dan kondisinya mengkhawatirkan. Pemerintah desa berharap dinas pengairan propinsi jatim segera mengupayakan pembenahan mengingat puncak curah hujan diperkirakan masih bulan Maret mendatang. Foto Felli kosasi
Jember pojokpitu.com, Puluhan rumah di Kabupaten Jember terancam longsor. Hal ini akibat tebing penahan bantaran sungai ambrol setelah diterjang banjir beberapa hari yang lalu.

Kondisi warga dibantaran sungai kali tanggul, Dusun Tekoan Desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember semakin cemas. Sebab rumah mereka yang letaknya berdekatan dengan tebing penahan bantaran sungai atau plengsengan, rawan longsor. Beberapa rumah bahkan ada yang bagian rumahnya tergerus air saat meluapnya kali tanggul beberapa hari yang lalu.

Salah satunya Asnawah, warga lingkungan Kauman Dusun Tekoan yang rumahnya berada di atas plengsengan kali tanggul. Meski rumahnya tidak hancur tergerus air, bagian dapur dan kamar mandi yang terpisah dari rumah, amblas dan rusak parah akibat terjangan air.

Saat air datang , dirinya hanya bisa pasrah dan berdoa , dirinya tidak bisa menyelamatakan barang barang yang ada di dapur termasuk lemari perabotan yang hanyut dibawa air. Dirinya berharap kepada pemerintah segera memberikan penahan plengsengan agar rumahnya yang retak dibeberapa bagian tidak hanyut.

Sementara itu Kepala Desa Tanggul Kulon, Arifin Wahyuono mengatakan bahwa ada puluhan rumah lainnya yang terancam longsor jika tidak ada penanganan yang berarti. "Bantaran sungai sepanjang 2500 meter diketahui amblas tergerus air, apalagi dilokasi tikungan tikungan aliran sungai. Kami berharap ada percepatan bantuan dari pemerintah provinsi agar kekhawatiran warga ketika hujan datang dapat segera hilang," kata Arifin Wahyuono. (PUL)

Berita Terkait

Tebing Setinggi 100 Meter Longsor, 286 KK Terisolir

Tebing Sungai Longsor Setiap Hujan Datang, Warga Kian Resah

Tebing Longsor, Lalu Lintas Jatim Jateng Terganggu

Tebing Longsor, 2 Rumah Rusak dan Timbun Ternak
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  21 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  6 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  10 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber