Berita Terbaru :
Petani Rame Rame Berburu Hama Tikus Sawah
34 Persen Orang Tanpa Gejala Menjadi Pasien Positif Covid-19
BBTKLPP Surabaya Prediksi Akhir Juni 2020 Menjadi Puncak Covid-19 di Jatim
BIN Bantu Pemkot Surabaya Gelar Rapid Tes Massal
Ahli Komunikasi Ini Menganggap Persoalan PCR Hanya Miskomunikasi
Rapid Test dan APD Kabaharkam Polri Digunakan di RS Bhayangkara
New Normal Akan Diterapkan Saat Tahun Ajaran Baru
Pemkot Malang Tetapkan 13 Point Untuk New Normal Life
Warga Temboro Minta Kelonggaran Akses, Sementara Pemkab Tawarkan Kampung Tangguh
Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Ditengah Pandemi Covid-19, Penjualan Tanah Kavling Turun Drastis
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
   

Musim Penghujan, Petani Melon Sidoarjo Rugi Besar
Ekonomi Dan Bisnis  Sabtu, 29-02-2020 | 04:16 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Petani melon hanya bisa pasrah dan berharap cuaca ekstrim segera usai. Foto Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Cuaca buruk terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, Membuat petani melon di Sidoarjo merugi. Kerugian dikarenakan hasil panennya mengalami penurunan hingga 50 persen.

Akibat cuaca buruk, petani melon di Kabupaten Sidoarjo merugi. Prediksi petani curah hujan tidak begitu lama, namun hingga sekarang curah hujan semakin tinggi. Buah melon terendam air dan berakibat buah melon membusuk.
 
:Jika dalam kondisi cuaca normal, petani melon di Dusun Rame Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, bisa menghasilkan melon segar hingga 20 ton perpanen. Belakangan saat cuaca buruk, hasil panen ini turun hanya 10 ton saja, dan mendapatkan uang sekitar Rp 60 juta," kata Hariono.
 
Dengan modal awal sekitar Rp 80 juta, kini petani tak bisa menutup modal tersebut, karena kerugian yang terjadi. Petani hanya bisa pasrah dan berharap cuaca ekstrim ini segara usai.
 
Hariono menyebutkan, di lahan seluas 7500 meter persegi, pendapatannya menurun hingga 50 persen. Menurutnya, penurunan tersebut akibat curah hujan tinggi, yang terjadi belakangan ini, sehingga membuat kerusakan pada daun, batang dan tanaman melon.
 
Meski begitu, petani melon mengaku bersyukur karena stok melon di pasaran menipis, sehingga melon dari petani tetap laku di pasaran. (pul)

Berita Terkait

Petani Melon Ngawi Megeluh Harga Turun

Musim Penghujan, Petani Melon Sidoarjo Rugi Besar

Puluhan Hektar Tanaman Melon Rusak Diserang Hama

Curah Hujan Tinggi, Tanaman Melon Diserang Jamur Trotol
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  13 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  22 jam

Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Metropolis  5 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  20 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber