Berita Terbaru :
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
Ternyata Tanah Negara di PPU Maospati Diperjualbelikan
   

DLH Kaji Dampak Lingkungan Wisata Parang Hill
Mlaku - Mlaku  Sabtu, 29-02-2020 | 00:05 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Dinas lingkungan Hidup Magetan, bakal mengkaji dampak lingkungan pembangunan Wisata Parang Hill di Kecamatan Parang Magetan. Kajian dilakukan pasca terjadi longsor yang diduga berasal dari tebing pembangunan wisata dan lokasi penginapan tersebut.

Kejadian longsor di tebing yang dikeruk untuk pembangunan Wisata Parang Hill di Desa Mategal Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, mendapat atensi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan.

Uswatun Hasanah, Kepala Dinas LH Magetan, mengatakan, Dinas LH bakal mengkaji dampak lingkungan pembangunan wisata di Magetan bagian selatan tersebut. "Kita bakal turun untuk melihat fakta di lapangan," jelas Uswatun Hasanah.

Tentu akan ada rekomendasi dari Dinas LH apabila ditemukan dampak lingkungan yang bisa membahayakan, akibat pembangunan Wisata Parang Hill tersebut. "Data dari Dinas LH, parang hill sudah sempat melakukan revisi ijin upaya pengelolaan lingkungan hidup  dan upaya pemantauan lingkungan hidup, atau UKL UPL. Pertama untuk agrowisata terus ada revisi untuk wisata," imbuhmya.

Diketahui, pada Selasa malam kemarin, terjadi longsor. Material longsor berupa bebatuan menutup jalan raya dan aliran sungai. Pantauan BPBD Magetan di lapangan, material longsor berasal dari sebuah tebing yang dikeruk untuk pembangunan Parang Hill. (yos)

Berita Terkait

DLH Kaji Dampak Lingkungan Wisata Parang Hill

Parang Hill Tanpa UKL-UPL, Bupati Magetan Diminta Tegas

Ternyata Parang Hill Belum Miliki Ijin UKL UPL
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  20 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  5 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  9 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber