Berita Terbaru :
Hari Pertama Penerapan PSBB Masih Banyak Pelanggaran di Jalan
Disnaker : 15 Perusahaan Rumahkan Pekerja Saat Pandemi Covid-19
Bapenda Prediksi PAD Terpenuhi 50 Persen Dengan Target Rp 715 Miliar
ODR Meningkat di Kabupaten Malang
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
   

DLH Kaji Dampak Lingkungan Wisata Parang Hill
Mlaku - Mlaku  Sabtu, 29-02-2020 | 00:05 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Dinas lingkungan Hidup Magetan, bakal mengkaji dampak lingkungan pembangunan Wisata Parang Hill di Kecamatan Parang Magetan. Kajian dilakukan pasca terjadi longsor yang diduga berasal dari tebing pembangunan wisata dan lokasi penginapan tersebut.

Kejadian longsor di tebing yang dikeruk untuk pembangunan Wisata Parang Hill di Desa Mategal Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, mendapat atensi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan.

Uswatun Hasanah, Kepala Dinas LH Magetan, mengatakan, Dinas LH bakal mengkaji dampak lingkungan pembangunan wisata di Magetan bagian selatan tersebut. "Kita bakal turun untuk melihat fakta di lapangan," jelas Uswatun Hasanah.

Tentu akan ada rekomendasi dari Dinas LH apabila ditemukan dampak lingkungan yang bisa membahayakan, akibat pembangunan Wisata Parang Hill tersebut. "Data dari Dinas LH, parang hill sudah sempat melakukan revisi ijin upaya pengelolaan lingkungan hidup  dan upaya pemantauan lingkungan hidup, atau UKL UPL. Pertama untuk agrowisata terus ada revisi untuk wisata," imbuhmya.

Diketahui, pada Selasa malam kemarin, terjadi longsor. Material longsor berupa bebatuan menutup jalan raya dan aliran sungai. Pantauan BPBD Magetan di lapangan, material longsor berasal dari sebuah tebing yang dikeruk untuk pembangunan Parang Hill. (yos)

Berita Terkait

DLH Kaji Dampak Lingkungan Wisata Parang Hill

Parang Hill Tanpa UKL-UPL, Bupati Magetan Diminta Tegas

Ternyata Parang Hill Belum Miliki Ijin UKL UPL
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  8 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  8 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  7 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  8 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber