Berita Terbaru :
Ini Syarat New Normal, Sebaran Covid Harus Turun 50 Persen
Risma Menangis, Melihat Bantuan Alkes BIN Tiba di Balaikota
Bambang Pensiun, Bupati Magetan Siapkan Pj Sekda
Ratusan Tenaga Medis Jatim Terpapar Covid-19
Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Adik Positif Corona, Keluarga Via Vallen Dijauhi Tetangga
Ini yang Terjadi pada Tubuh ketika Mengonsumsi Terlalu Banyak Gula
Tingginya Kasus Covid-19, Pemkot Tak Berharap Seperti Wuhan
Dampak PSBB, Harga Daging Ayam di Pasar Tradisional Naik
Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Kampung Tangguh di Mojokerto Dilengkapi Bilik Sanitezer Hingga Lumbung Pangan
Ciptakan Gelang Corona Untuk Pasien Covid-19 yang Bandel
Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peduli, Ratusan APD Dibagikan ke Seluruh Puskesmas Ponorogo
   

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin
Metropolis  Jum'at, 28-02-2020 | 16:06 wib
Reporter : Mujianto Primadi.
Sejumlah warga berkomentar menolak untuk digusur karena penyebab banjir di 2 desa bukan dari bangunan liar, melainkan dari pengeboran Minarak Brantas Gas(MBG). Foto Mujianto Primadi.
Sidoarjo pojokpitu.com, Pasca adanya rencana Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, agar bangunan liar disepanjang bantaran sungai 2 desa di Wilayah Kecamatan Tanggulangin untuk segera dibongkar, langsung muncul berbagai komentar dari warga maupun penghuni bangunan.

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, agar bangunan liar disepanjang bantaran sungai 2 desa di Wilayah Kecamatan Tanggulangin segera dibongkar, lantaran genangan di 2 desa Kedungbanteng dan Banjarasri tidak kunjung surut.
 
Rencana pembongkaran rumah-rumah warga yang ada diatas saluran irigasi, mendapat penolakan dari warga maupun penghuni bangunan permanen. Pasalnya, menurut warga, sumber penyebab terjadinya banjir di 2 desa yakni, Desa Banjarasri maupun Desa Kedungbanteng bukanlah dari bangunan di sepanjang bantaran sungai. Melainkan penyebabnya dari Minarak Brantas Gas.
 
Khoiri, salah satu warga mengaku selama tinggal puluhan tahun dibantaran sungai Banjarasri dan Kedungbanteng, belum mengalami kebanjiran yang cukup parah seperti saat ini. Namun semenjak adanya bangunan Minarak Brantas Gas, wilayah 2 desa ini mengalami genangan banjir yang berkepanjangan.
 
Sementara itu menurut Heru, warga Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo yang rumahnya tergenang banjir, menilai bahwa genangan disebabkan adanya bangunan liar. "Warga sepakat jika bagunan tersebut harus dibongkar karena menjadi penyebab banjir," kata Heru.

Sementara itu, banyak bangunan liar yang berdiri diatas tanah irigasi banyak yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan bangunan pemanen untuk usaha. (pul)

Berita Terkait

Tidak Ada Hujan, Rumah Warga Makin Tenggelam Karena Banjir

Tim ITS Akan Melakukan Kajian Cepat Banjir di Sidoarjo

Pro-Kontra Atas Rencana Pembongkaran Bangunan Liar di Tanggulangin

PLT Bupati Sidoarjo Perintahkan Bongkar Bangunan Liar di Sepanjang Sungai
Berita Terpopuler
Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Peristiwa  2 jam

Penataan Ulang Pasar Tradisional Cegah Penularan Covid-19
Metropolis  5 jam

Pabrik Rokok Sampoerna Kretek Disemprot Disinfektan
Peristiwa  8 jam

Polisi Amankan Tersangka Penganiayaan Hingga Pembakaran Korban
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Puluhan Warga Surabaya Serukan Aksi Tolak PSBB Jilid 3
Pojok Pitu

Pemkot Bantah Cuitan Viral Seorang Dokter di Twitter
Pojok Pitu

Korsleting Listrik, 2 Unit Bangunan Dilalap Si Jago Merah
Jatim Awan

Rumah Makan Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber