Berita Terbaru :
Belajar di Pos Ronda Demi Mendapat Wifi Gratis
Pemkot Janji Segera Lunasi Anggaran Pilkada Surabaya
15 Hektar Tanaman Jagung Diserang Hama Ulat
Gus Ipul Masih Perlu Waktu untuk Menjawab Soal Maju Pilkada Kota Pasuruan
Surabaya Turun Status Jadi Zona Oranye
Diduga Kurang Hati - Hati , Pria Tak Dikenal Tabrak kereta
Pengambilan Paksa Jenazah Diduga Covid-19 Terjadi Lagi
Happy Ending, Pemkot Akhirnya Perbolehkan Pekerja Seni Kembali Tampil
Susah Sinyal, Guru dan Siswa Belajar Jarak Jauh Lewat HT
Pertahankan Tanah Suaminya, Istri Salim Kancil Diperiksa Polda Jatim
Polisi Rekrut Puluhan Sopir Angkot Untuk Kampanyekan Protokol Kesehatan Kepada Penumpang
Sampai 10 Agustus Ini, Pembayaran Wajib Pajak Sudah Mencapai Rp 1 Triliun Lebih
Era Normal Life Wajib Lakukan Protokol Kesehatan di Wisata Coba Jahe
KPU Pastikan PMI Tetap Masuk Dalam Daftar Pemilih
Pandemi Covid 19, BKKBN dan Komisi IX DPR RI Kampanye KB
   

Lima Santri Mandi di Sungai, 1 Tewas
Rehat  Jum'at, 28-02-2020 | 13:43 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Lima santri Pondok Pesantren di Nganjuk dikabarkan terhanyut sungai, 1 diantaranya tewas tenggelam. Tenggelamnya korban akibat terseret arus sungai deras saat mendi bersama, hingga kini korban masih dalam proses pencarian petugas.

Seorang santri Pondok Pesantren Mojosari Desa Ngepeh Kecamatan Loceret Nganjuk, dikabarkan tewas tenggelam di sungai bodor desa setempat. Korban diketahui bernama Rouf (19), warga asal Jakarta.

Menurut Dewi Nur Saadah warga setempat, korban pada sore hari kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB mandi di sungai bersama ke 4 temannya. Keempatnya, Haka (14), Mursyid (19), Nafayanto (24), dan Imam (19).

Kejadian bermula saat ke 5 santri mandi di sungai, namun tiba tiba air sungai meluap, dan menyeret ke 5 korban. "Ke 4 korban berhasil selamat, sementara korban terseret arus hingga saat ini belum ditemukan," kata Dewi Nur Saadah.

Sementara Marhen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk yang berada di lokasi kejadian, sejak kejadian kemarin langsung memerintahkan kepada BPBD Nganjuk dan dibantu dengan Basarnas dari Trenggalek, guna proses pencarian korban.

Hingga hari ini, proses masih dilakukan dengan menggunakan ban dan perahu karet, namun hingga saat ini belum ada tanda tanda jenazah korban. Rencananya proses pencarian akan terus dilakukan sampai 7 hari ke depan. (pul)

Berita Terkait

Lima Santri Mandi di Sungai, 1 Tewas

Peringatan Hari Santri Nasional Menjadi Kunjungan Pertama Wapres ke Jatim

PC Ansor Situbondo Bersholawat Tradisi Merawat Islam Ahlussunnah Waljamaah

Tantangan Santri Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Berita Terpopuler
Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  22 jam

Merah Putih Tegak Berkibar di Mabar
Peristiwa  7 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  10 jam

Polisi Malang Ungkap Penjualan Motor Leasing
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber