Berita Terbaru :
PPNI Membuat APD Dari Helm Proyek dan Kaleng Plastik Bekas
Pembagian Masker Berujung Kemacetan di Pintu Masuk Suramadu
Hujan Deras Lima Jam, Jalur Poros Pantura Banjir
Hari Pertama Penerapan PSBB Masih Banyak Pelanggaran di Jalan
Disnaker : 15 Perusahaan Rumahkan Pekerja Saat Pandemi Covid-19
Bapenda Prediksi PAD Terpenuhi 50 Persen Dengan Target Rp 715 Miliar
ODR Meningkat di Kabupaten Malang
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
   

Antisipasi Kerundungan dan Kekerasan, Menteri P3A Canangkan Kampung Ramah Anak
Malang Raya  Jum'at, 28-02-2020 | 07:04 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Salah satu upaya untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti, Menteri P3A melakukan kunjungan kerja ke sebuah kampung ramah anak di Kota Batu. Foto Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Perundungan dan kekerasan anak yang baru-baru ini marak di berbagai daerah di Indonesia, menjadi suatu pekerjaan rumah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sebuah Kampung Ramah Anak di Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur, menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawanti. Selain melihat langsung bagaimana aktivitas anak-anak di lingkungan Kampung Ramah Anak, Menteri P3A bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak dan Wakil Walikota Batu juga memberikan motivasi kepada anak-anak dan orangtua.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti, mengapresiasi apa yang dilakukan di Kampung Ramah Anak. Karena dengan aktivitas anak-anak yang penuh muatan lokal ini, sedikit banyak akan mengurangi pengaruh gadged.

"Apa yang dilakukan anak-anak di Kampung Ramah Anak, bisa menjadi roll model untuk dikembangkan di daerah lain. Karena selama ini kasus kekerasan maupun perundungan anak masih sering terjadi baik di sekolah maupun di luar sekolah," kata I Gusti Ayu Bintang Darmawanti.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, menjelaskan, Kampung Ramah bagian dari menjaga anak. Walaupun berada di gang yang sempit, namun partisipasi masyrakat memberikan ruang, dan akses bagi anak-anak agar tidak terlalu tergantung pada gawai. Di sini bisa dialihkan dengan kegaiatan lokal yang lebih baik dari permainan impor seperti gadged.

Diharapkan kedepan dengan adanya Kampung Ramah Anak ini bisa mengajak masyarakat berpartisiapsi, dan bisa menjadi pilot projek di desa-desa lain. (pul)

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Akan Mengikuti Keputusan Menteri Pendidikan RI

Antisipasi Kerundungan dan Kekerasan, Menteri P3A Canangkan Kampung Ramah Anak

Menteri Perhubungan Targetkan Pembangunan Bandara Kediri Mulai Tahun Ini

Istimewa, Tiga Bocah SD Dikawal Ketat Ikut Rapat di Ruang Kerja Menteri Siti
Berita Terpopuler
Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  10 jam

Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  9 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  9 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  9 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber