Berita Terbaru :
Penjual Mercon Renteng Diamankan Saat Antar Barang
Tanpa Surat Sehat, Anies Pastikan Masyarakat Tidak Bisa Masuk Jakarta
Daging Ayam dan Sapi di Pacitan Sepi Pembeli
Ini Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja
Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Sebanyak 397 Warga Binaan Lapas Wanita Mendapat Remisi Idul Fitri
Pasokan Sepi, Harga Janur Kuning Kian Meroket di Lumajang
Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
   

Antisipasi Kerundungan dan Kekerasan, Menteri P3A Canangkan Kampung Ramah Anak
Malang Raya  Jum'at, 28-02-2020 | 07:04 wib
Reporter : Rafli Firmansyah
Salah satu upaya untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti, Menteri P3A melakukan kunjungan kerja ke sebuah kampung ramah anak di Kota Batu. Foto Rafli Firmansyah
Kota Batu pojokpitu.com, Perundungan dan kekerasan anak yang baru-baru ini marak di berbagai daerah di Indonesia, menjadi suatu pekerjaan rumah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sebuah Kampung Ramah Anak di Desa Punten Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur, menerima kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawanti. Selain melihat langsung bagaimana aktivitas anak-anak di lingkungan Kampung Ramah Anak, Menteri P3A bersama Ketua Komnas Perlindungan Anak dan Wakil Walikota Batu juga memberikan motivasi kepada anak-anak dan orangtua.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti, mengapresiasi apa yang dilakukan di Kampung Ramah Anak. Karena dengan aktivitas anak-anak yang penuh muatan lokal ini, sedikit banyak akan mengurangi pengaruh gadged.

"Apa yang dilakukan anak-anak di Kampung Ramah Anak, bisa menjadi roll model untuk dikembangkan di daerah lain. Karena selama ini kasus kekerasan maupun perundungan anak masih sering terjadi baik di sekolah maupun di luar sekolah," kata I Gusti Ayu Bintang Darmawanti.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait, menjelaskan, Kampung Ramah bagian dari menjaga anak. Walaupun berada di gang yang sempit, namun partisipasi masyrakat memberikan ruang, dan akses bagi anak-anak agar tidak terlalu tergantung pada gawai. Di sini bisa dialihkan dengan kegaiatan lokal yang lebih baik dari permainan impor seperti gadged.

Diharapkan kedepan dengan adanya Kampung Ramah Anak ini bisa mengajak masyarakat berpartisiapsi, dan bisa menjadi pilot projek di desa-desa lain. (pul)

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Akan Mengikuti Keputusan Menteri Pendidikan RI

Antisipasi Kerundungan dan Kekerasan, Menteri P3A Canangkan Kampung Ramah Anak

Menteri Perhubungan Targetkan Pembangunan Bandara Kediri Mulai Tahun Ini

Istimewa, Tiga Bocah SD Dikawal Ketat Ikut Rapat di Ruang Kerja Menteri Siti
Berita Terpopuler
Ribuan Petasan Daya Ledak Tinggi Diamankan Satreskrim Polres Blitar Kota
Peristiwa  11 jam

Kondisi Bayi Makin Membaik, Banyak Warga Ingin Mengadopsi
Peristiwa  6 jam

Per 1 Juni, Pendatang ke Malaysia Wajib Bayar Biaya Karantina Rp 7 Juta
Politik  9 jam

Manfaatkan Sibuknya Pasar Lawang, Bapak Ini Gondol Motor Pembeli
Malang Raya  10 jam



Cuplikan Berita
Marah, Kapolda Copot Oknum Kapolsek Karena Tertidur Saat Rapat Dengan Walikota
Pojok Pitu

H-2 Lebaran, Stasiun Gubeng Surabaya Sepi Penumpang
Pojok Pitu

PSBB Surabaya Raya Bisa Diperpanjang, 2 Tahap Sebelumnya Dinilai Tak Efektif
Jatim Awan

Unik, Anak Anak Ini Berebut Uang Lebaran di Pagar Rumah Warga
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber