Berita Terbaru :
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Raih Keuntungan Rp 400 Juta, Pelaku Order Fiktif Ojol Ditangkap Polisi
Metropolis  Kamis, 27-02-2020 | 12:51 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Tak hanya itu, pelaku juga memiliki 8.850 Sim Card aktif untuk order fiktif. Beroperasi sejak Agustus tahun 2019, pelaku berhasil meraup untung hingga Rp 400 juta. Foto Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Seorang pelaku order fiktif Ojol, akhirnya dibekuk anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur. Dalam aksinya, pelaku menggunakan 40 handphone yang digunakan untuk aksi order fiktif.

Pria berinisial MZ (35) meringkuk di sel tahanan Polda Jatim, setelah tertangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Direskrimum Polda Jatim. MZ yang merupakan warga Sawo Jajar Malang ditangkap dalam kasus order fiktif ojek online, pada Rabu (26/2) siang.

Modusnya order fiktif yang dilakukan melalui aplikasi gojek. Dari situ tersangka MZ berhasil meraup untung dari bonus order. Modus yang digunakan dengan membuat akun driver pada gojek, dan membuat akun abal-abal pelanggan dan rumah makan.

Dengan akun-akun yang dibuat tersebut, tersangka menggunakan 40 handphone untuk melakukan order fiktif setiap hari, hingga mendapatkan bonus order. Tersangka mengaku, aksi kejahatan order fiktif dijalankan sejak Agustus tahun 2019 lalu.

Menurut Irjen Pol Luki Heremawan, Kapolda Jatim, dalam penangkapan itu, polisi juga menyita kartu perdana salah satu provider, berjumlah 8.850 kartu aktif. Dengan temuan itu, polisi akan melakukan mengembangkan karena mencurigai ada indikasi kejahatan lain dibalik aktifasi ribuan kartu perdana, yang seharusnya menggunakan identitas kependudukan itu. "Dari hasil kejahatan order fiktif sejak Agustus 2019, tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp 400 juta," kata Irjen Pol Luki Heremawan.

Polisi juga mengembangkan kasus ini dengan menelusuri darimana ribuan kartu perdana aktif diperoleh. Kecurigaan polisi terhadap pengaktifan kartu perdana yang seharusnya menggunakan identitas kependudukan warga, dikhawatirkan disalahgunakan untuk kejahatan lain seperti penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial.

Akibat perbuatanya, tersangka dijerat Undang-Undang ITE tentang manipulasi transaksi, dan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. (pul)




Berita Terkait

Raih Keuntungan Rp 400 Juta, Pelaku Order Fiktif Ojol Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Penipuan Online Modus Hipnotis Dibekuk Tim Resmob Suropati

Duh..Sinwani Ragil Terlibat Komplotan Penggadai Emas Palsu

Palsukan Dokumen untuk Pengajuan Kredit Online
Berita Terpopuler
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  3 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  3 jam

Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
Peristiwa  3 jam

Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber