Berita Terbaru :
Tim Medis Minim APD, Awak Media Salurkan 100 Unit Baju Hazmat
Kondisi Dua Warga Bapak Anak Positif Corona Terus Membaik
Wabah Corona, Pengusaha Konveksi Produksi Masker Handmade Dengan Motif Kekinian
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

KPK Buru DPO Nurhadi ke Tulungagung
Hukum  Rabu, 26-02-2020 | 18:32 wib
Reporter : Agus Bondan
Tulungagung pojokpitu.com, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, (KPK), menggeledah sebuah rumah di Tulungagung, milik mertua mantan Sekjen Mahkamah Agung, Nurhadi, yang kini menjadi DPO. Namun setelah beberapa jam melakukan penggeledahan, KPK tidak menemukan Nurhadi.

Pada Rabu siang, penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah mertua Nurhadi, almarhum Sumarni, yang berada di Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Dengan mengendarai 7 mobil, rombongan KPK masuk ke rumah tersebut, sekitar pukul 10.00 WIB.

Proses penggeledahan disaksikan oleh penjaga rumah, ketua RT dan ketua RW setempat. Petugas yang berjumlah sekitar 8 orang, mencari keberadaan Nurhadi, mantan Sekjen Mahkamah Agung, yang kini ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang, DPO KPK.

Menurut penjaga rumah, Mursiah, KPK menggeledah seluruh ruangan, namun tidak menemukan Nurhadi, ataupun dokumen yang berkaitan dengan kasus yang tengah ditangani. Mursiah mengatakan, jika Nurhadi sudah lama tidak berkunjung ke rumah tersebut. Tim penyidik KPK meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.30.

Sementara itu, ketua RW setempat, Nuryadi mengatakan, rumah yang digeledah KPK merupakan aset milik mertua Nurhadi, Sumarni, yang telah lama meninggal. Sehari-hari rumah tersebut hanya ditempati oleh penjaga rumah.

Sebelumnya, KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Diduga total uang yang diterima sebesar Rp 46 milyar.

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. Kini KPK memasukkan Nurhadi dalam DPO, karena yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya.(end)

Berita Terkait

KPK Datangi Rumah Adik Ipar DPO Nurhadi

KPK Buru DPO Nurhadi ke Tulungagung

Penyidik KPK Geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso, Ini Hasilnya
Berita Terpopuler
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  3 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  3 jam

Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
Peristiwa  3 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  2 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber