Berita Terbaru :
Lakukan Karantina Wilayah, Bantuan Terus Berdatangan
Cegah Covid-19, Ormas Lakukan Penyemprotan Disinfectan Swadaya
Ini Alasan Penting Tidur Cukup Bagi Penderita Diabetes
Pencuri Bersajam Bawa Kabur Sepeda Motor Usai Satroni Kampung
Pedagang Diduga Terpapar Covid-19, Pasar Grosir Surabaya Ditutup
Mendapat Protes Pedagang, PD Pasar Surya Tetap Menutup Pasar Kapasan
Untuk Mengetahui Stok Darah Aman di Jatim, Gubernur Sidak ke Kantor PMI Jatim
Rusunawa Milik Pemkab Lamongan Disiapkan Untuk Ruang Isolasi Covid 19
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penundaan Penutupan
Pengalihan Arus Surabaya-Ponorogo dan Sebaliknya
Dinas Pendidikan Jatim Minta Gedung SD Jadi Ruang Isolasi Pemudik
Tanah Gerak, 5 Rumah Warga Ponorogo Dikosongkan
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
Longsor, Batu Raksasa Tutup Jalan Raya Ngebel
   

Polda Jatim masih Uji Bahan Utama Jamu Kuat Illegal
Metropolis  Rabu, 26-02-2020 | 14:01 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Pengujian dilakukan untuk menentukan golongan bahan obat dan memastikan mekanisme illegal access bahan baku berbahaya. Foto Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Pasca penggerebekan rumah industri yang memproduksi jamu kuat di Babatan Pilang, Wiyung, Polda Jatim tengah menguji 2 bahan utama dari produk illegal tersebut. Dua bahan utama yaitu tepung herbal dan sildenafil.

Perlu diketahui, bahan utama sildeneafil merupakan obat yang memberikan efek kekuatan seks bagi manusia. Di dunia medis, obat ini diberikan dengan menggunakan resep dokter untuk pasien yang memiliki lemah syahwat. Dengan hasil uji laboratorium, polisi akan meminta pendapat ahli untuk menentukan golongan bahan baku dan memastikan mekanisme access, apakah bahan obat tersebut dijual bebas atau tidak.

Menurut Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kabidhumas Polda Jatim, bahan baku sildeneafil didapat melalui mekanisme secara khusus, atau berasal dari perusahaan yang memiliki kuota medis. 

Dari hasil penyidikan, jamu atau obat kuat tak berijin produksi dan edar tersebut dipasarkan selama 2 tahun di sejumlah toko jamu di Surabaya dan beberapa tempat. Tersangka bisa meraup untung mulai Rp 10 hingga Rp 15 juta per bulan. (pul)

Berita Terkait

Polda Jatim masih Uji Bahan Utama Jamu Kuat Illegal

Polres Sidoarjo Grebek Perushaan Pupuk Ilegal

Polisi Amankan Puluhan Karung Pupuk Bersubsidi Ilegal

Petugas Gabungan Amankan Puluhan Sak Pupuk Ilegal Bersubsidi
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  11 jam

Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Peristiwa  10 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  16 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  23 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber