Berita Terbaru :
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
   

Penyidik KPK Geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso, Ini Hasilnya
Hukum  Rabu, 26-02-2020 | 13:14 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Penggeledahan penyidik KPK di kantor pengacara Rahmat Santoso and patners di Jalan Prambanan Nomer 5, Surabaya. Foto Bagus Setiawan
Surabaya pojokpitu.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Selasa (25/2) sore melakukan penggeledahan di kantor pengacara Rahmat Santoso and patners di Jalan Prambanan, Tambaksari Surabaya. Penggeledahan KPK ada kaitannya dengan mantan pejabat Mahkamah Agung, Nurhadi, yang saat ini menjadi DPO KPK. Karena pemilik kantor tersebut, masih ada hubungan keluarga dengan istri Nurhadi.

Penggeledahan penyidik KPK dikawal ketat anggota kepolisian bersenjata lengkap, untuk mencari keberadaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi yang kini menjadi buron KPK.

Diduga DPO bersembunyi di kantor pengacara Rahmat Santoso and patners, karena pemilik kantor masih ada hubungan kerabat.

Tepat pukul 16.40 WIB, penyidik KPK yang berjumlah 10 orang akhirnya keluar dengan membawa sejumlah kardus dan koper yang berisi berkas. Timbul salah seorang karyawan kantor Rahmat Santoso and Partners mengaku penggeledahan terkait Nurhadi yang sampai sekarang masih buron.

Diketahui, mantan Sekretaris MA, Nurhadi bersama menantunya dan Direktur PT Multicon Indrajaya terminal, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dan gratifikasi dalam kasus sengket perdana di tingkat kasasi senilai Rp 46 milyar. Para tersangka ini belum diketahui keberadaannya dan oleh KPK ditetapkan sebagai daftar pencarian orang atau DPO. (pul)

Berita Terkait

KPK Datangi Rumah Adik Ipar DPO Nurhadi

KPK Buru DPO Nurhadi ke Tulungagung

Penyidik KPK Geledah Kantor Pengacara Rahmat Santoso, Ini Hasilnya
Berita Terpopuler
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  5 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  5 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  5 jam

Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  6 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber