Berita Terbaru :
Jumlah Pasien Sembuh 2 Orang, Namun Positif Bertambah 2 Orang
Tradisi Mandi di Laut Saat Lebaran Ketupat
Kabupaten Gresik Siap Menghadapi New Normal Dengan Penguatan Aturan
Masa Transisi New Normal Berlangsung Selama 14 Hari
Jawa Timur Sentuh Angka 4583 Orang Terkonfirmasi Positif Covid 19
Mobil Combat Laboratorium Sudah di Surabaya dan Akan Ditambah 1 Unit
HUT Surabaya, Masyarakat Berziarah Ke Makam Bung Tomo dan Dokter Soetomo
Surabaya Zona Merah, BIN Perpanjang Waktu Rapid Test Massal
Miliki Jiwa Sosial Tinggi, RT/RW di Surabaya Bentuk GERMAS Menangkan Machfud Arifin
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
   

Festival Dhahar Duren Medowo 2020
Icip - Icip  Rabu, 26-02-2020 | 00:05 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan
Kediri pojokpitu.com, Guna menjadikan sebuah desa destinasi wisata di Jawa Timur, Pemerintah Desa Medowo, Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, menggelar festival dhahar duren atau makan durian.

Sedikitnya 2020 buah durian khas desa medowo diserbu warga, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah desa untuk mengenalkan produk unggulannya.

Para pengunjung yang didominasi warga Jawa Timur, mendapatkan jatah buah durian secara cuma-cuma di event tahunan kali keempat ini. Selain sebagai ajang promosi potensi wisata desa, kegiatan ini juga merupakan wujud syukur atas melimpahnya hasil panen para petani.

Ribuan durian ini merupakan hasil panen para petani yang sengaja dibagikan secara gratis. Hal itu dilakukan sebagai wujud syukur atas melimpahnya hasil panen selama bulan November hingga Februari tahun 2020 ini.

Dalam festival ini, sedikitnya terdapat 5 buah tumpeng durian raksasa dengan berbagai jenis dan ukuran. Untuk mendapatkan satu buah durian, para pengujung harus menukarkan kupon yang telah didapatkan.

Hendrik, pengunjung asal Surabaya mengatakan, durian lokal dari Desa Medowo terkenal akan rasa manis yang bercampur dengan sedikit rasa pahit. Selain itu, tekstur buahnya juga dinilai lebih tebal dan lembut, serta baunya yang lebih harum.

Acara tahunan ini mampu menarik ribuan warga dari berbagai daerah. Selain dapat menikmati kelezatan buah durian, para pengujung juga dapat merasakan kesejukkan udara di lereng Gunung Kelud.

Sementara itu, Sujarwo, Kepala Medowo, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menarik wisatawan untuk datang ke Desa Medowo, karena medowo memiliki potensi wisata alam yang indah.

"Selain itu, durian medowo memiliki ciri khas rasa tersendiri yakni pahit legit dimana rasa yang seperti inilah yang banyak diburu oleh pecinta durian," kata Sujarwo.

Untuk diketahui, di Desa Medowo dari 20 ribu pohon dapat menghasilkan 3 ribu buah setiap harinya sementara terdapat 1500 warga yang menggantungkan hidup dari durian.

Diharapkan, buah durian hasil budidaya warga lokal ini nantinya bisa bersaing dengan durian durian khas daerah lain khususnya untuk rasa dan kelezatan buahnya. (yos)

Berita Terkait

Ibu Hamil Boleh Makan Durian, Tapi Ini Syaratnya

Kecamatan Tlogosari Buka Wisata Durian Petik Pohon

Ribuan Warga Berebut 2020 Durian Dalam Kenduri Durian

Kampung Desa Sukowono Surga Durian Lokal Berbagai Jenis
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  23 jam

Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Covid-19  10 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  23 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  13 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber