Berita Terbaru :
Lawan Covid-19, Komunitas Exodus Bagikan APD ke Puskesmas dan Ojol
Lawan Covid 19, Warga Perumahan di Mojokerto Bersama Berjemur Badan
Dampak Corona, Travel Umroh Dan Haji Alami Penurunan Omzet 75 Persen
Menyantap Gurihnya Lontong Pedal Khas Bojonegoro
Antisipasi Penyebaran Virus Covid 19, Muspika dan Pemdes Bagi Masker
Dirumahkan, Karyawan Homestay Produksi Masker
Selangkah Lagi Pasangan OK Kantongi Rekom Partai Golkar
Akibat Masker Mulai Langka, Warga Binaan Rutan Trenggalek Produksi Masker Sendiri
Bantuan 100 APD Hazmat Suit Berupa Baju Pelindung Untuk Tenaga Medis Bojonegoro
Pelaku Pembunuhan di Kebun Ternyata Suaminya Sendiri
Cerita Pengusaha Konveksi di Tengah Wabah Covid-19
Dampak Covid-19, Okupansi Hotel dan Restoran di Tulungagung Tinggal 8 Persen
Polisi Salurkan Bantuan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu
Calon Wisata Sumber Umis Dilirik Investor
Pencuri Spesialis Rumah Kosong Ditembak Polisi
   

Padi Rusak Diterjang Angin, Petani Panen Dini
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 25-02-2020 | 20:11 wib
Reporter : M.Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Sejumlah petani di Kabupaten Magetan, memilih panen dini pasca tanaman padinya rusak akibat diterjang angin. Petani menghindari resiko kerugian lebih besar, karena padinya yang roboh dan terendam air bisa membusuk.

Sebagian petani padi di Kabupaten Magetan, memilih memanen tanaman padinya lebih awal dari waktu yang semestinya. Seperti yang dilakukan petani Desa Pojoksari Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan.

Para petani sudah memanen padinya, meskipun belum waktunya panen. Hal ini dilakukan karena sebagian tanaman padi mereka rusak akibat diterjang angin kencang saat terjadi hujan deras.

Cuaca ekstrem menyebabkan tanaman padi roboh, dan terendam air. Salah satu petani desa setempat, Supriyanto, mengatakan, ia terpaksa memanen padinya lebih dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Supriyanto petani mengatakan, jika tidak segera dipanen, maka padinya yang sudah roboh akan membusuk, karena terendam air. Ia mengaku, produksi panen padi miliknya menurun 10 hingga 20 persen, karena sebagian sudah rusak akibat roboh dan terendam air.

Tidak hanya di Kecamatan Sukomoro saja, di Kecamatan Kartoharjo Magetan, banyak tanaman padi yang juga roboh dan terendam air, yang menyebabkan hasil panen petani menurun. (pul)

Berita Terkait

Padi Rusak Diterjang Angin, Petani Panen Dini

Puluhan Hektar Tanaman Padi Rusak dan Ambruk Diterjang Angin
Berita Terpopuler
Keterlaluan, Bisnis Ganja di Tengah Wabah Corona
Hukum  12 jam

Isi Libur Sekolah, Siswi SMKN 1 Sidoarjo Membuat APD dan Masker
Pendidikan  10 jam

Cegah Corona, Puluhan Napi di Lapas Tuban Dibebaskan
Hukum  12 jam

Pemkab Ngawi Hentikan Sementara Kegiatan Dari Anggaran DAK
Politik  10 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber