Berita Terbaru :
Inilah Hasil SNMPTN 2020: 96.496 Peserta Lolos
Naskah, Ratusan Santri Mudik Massal Gunakan Kapal Laut
Wakil Bupati Sumenep Pingsan Saat Rapat Musrembang
Masih Ada Warga Berjubel Saat Antri Pengurusan SIM
Angka Kesembuhan Pasien Positif Corona Bertambah
Keterlaluan, Baru Bebas Progam Asimilasi, Lalu Dimassa Lagi Karena Curi Motor
Jumlah Warga Nganjuk Positif Covid 19 Bertambah Jadi 7 Orang
Pemkot Probolinggo Siapkan Rp 57 Milyar Untuk Penanganan Corona
Geger, Seorang Pria Mendadak Meninggal Dunia di Dalam Masjid
Ari Lasso Menemukan Kembarannya Asal Manado
Berawal Dari Donasi Kini Layani APD Seluruh Negeri
Nasib Mahasiswa Thailand Ditengah Covid 19
Warga Gelar Senam Corona Setiap Siang
Hari Terakhir, 3.598 Napi Jatim Dibebaskan
Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
   

Polres Sidoarjo Grebek Perushaan Pupuk Ilegal
Metropolis  Selasa, 25-02-2020 | 13:43 wib
Reporter : Mujianto Primadi
Sidoarjo pojokpitu.com, Unit Reskrim SUS Polresta Sidoarjo, berhasil mengungkap letak persembunyian produksi pupuk ilegal di Kawasan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Pengungkapan itu dilakukan saat truk bermuatan pupuk ilegal diamankan oleh petugas di Jalan Arteri Porong hendak dikirim ke luar Pulau.

Petugas berhasil mengembangkan kasus ini dan berhasil mengamankan unit truk dan 22 ton pupuk ilegal di tempat pelaku memproduksi.
Pupuk ilegal hasil produksi usaha rumahan milik Abdul Rochim, warga Desa Sumorame, Kecamatan Candi Sidoarjo. Sebanyak 20 ton pupuk ilegal siap kirim, disita polisi dalam penyergapan anggota unit Reskrim SUS Polresta Sidoarjo, di lokasi pembuatan pupuk ilegal di Kawasan Ngoro Mojokerto.

Kombespol Sumardji, Kapolresta Sidoarjo, mengatakan, pengungkapan produksi pupuk ilegal ini berawal dari petugas Polresta Sidoarjo memberhentikan truk bermuatan pupuk di Jalan Raya Arteri Porong. "Setelah diminta surat kelengkapan barang yang diangkut, sopir tidak bisa menunjukan penerbitan surat dari perusahaan pupuk," kata KombesPol Sumardji.

Petugas akhirnya mengamankan truk dan dilanjutkan mengembangkan kasus tersebut. Petugas berhasil melacak tempat produksi pupuk ilegal di Kawasan Ngoro Mojokerto. "Nampaknya produksi pupuk yang bermerek TSP 46 sudah 14 tahun dan tidak dilengkapi surat perijinan resmi," imbuhnya.

Dari hasil keterangan tersangka, dirinya meracik sendiri tanpa harus dilengkapi komposisi dan kandungan pupuk sebagaimana mestinya. "Hasil produksi dijual ke luar pulau dengan harga Rp 50 ribu per sak," tutur Kapolres.

Tersangka tidak dilakukan penahanan, karena melihat kondisi kesehatan tersangka sakit struk dan dilakuan penahanan kota. Barang bukti 22 ton pupuk dan truk diamankan petugas, guna penyidikan lebih lanjut. (yos)

Berita Terkait

Polda Jatim masih Uji Bahan Utama Jamu Kuat Illegal

Polres Sidoarjo Grebek Perushaan Pupuk Ilegal

Polisi Amankan Puluhan Karung Pupuk Bersubsidi Ilegal

Petugas Gabungan Amankan Puluhan Sak Pupuk Ilegal Bersubsidi
Berita Terpopuler
Rujak Bawean Menjadi Kuliner Pelepas Rindu Perantau Dari Pulau Putri
Icip - Icip  9 jam

Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Cur...selanjutnya
Peristiwa  11 jam

Antisipasi Pemudik, Pemerintah Lumajang Siapkan Ruang Karantina
Peristiwa  6 jam

Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber