Berita Terbaru :
Begini Kronologis Warga Ponorogo Terkena OTT Kejaksaan
Tim Satgas Awasi 6 Orang Positif Covid 19 di Rumah Makan Rawon Nguling
Dump Truk Bermutan Pasir Terlibat Kecelakaan, Sopir Terjepit
Jangan Dibuang, Buktikan 3 Manfaat Teh Celup Untuk Kecantikan Kulit
Bunga Monstera Diburu Penggemar Tanaman Hias
Tak Ingin Lagi Didiskriminasi, Sopir Angkot Hingga Guru SMP Swasta Dukung Machfud Arifin Walikota
SKB CPNS Akan Diselenggarakan Oktober Mendatang
Selama 1 Bulan, 2.296 Masyarakat Bojonegoro Ikuti Rapit Test Gratis
Bantu Siswa Belajar Daring, Kelurahan Siapkan Wifi Gratis
Angka Pelangar Lalu Lintas di Sumenep Meningkat, Salah Satunya Pengendara di Bawah Umur
Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Tak Penuhi Protokol Kesehatan, THM Dilarang Buka
Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
   

Empat Terdakwa Korupsi BRI Manukan Dituntut Berbeda
Hukum  Selasa, 25-02-2020 | 11:36 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Bos Panti Pijet Lanny Kusumawati Hermono dituntut paling berat dengan 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar. Foto: Fakhrurrozi
Sidoarjo pojokpitu.com, Empat terdakwa korupsi kredit modal kerja, Rp 9,5 miliar di BRI Kantor Cabang Manukan Surabaya, dituntut hukuman berbeda oleh jaksa penuntut umum.

Dalam tuntutannya, Jaksa Harwiadi dari Kejari Surabaya, menyatakan keempat terdakwa korupsi kredit modal kerja di BRI Manukan Surabaya. Terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sesuai Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Meski melakukan korupsi bersama-sama, namun jaksa menjatuhkan tuntutan berbeda sesuai dengan peran masing-masing terdakwa. Terdakwa Lanny Kusumati Hermono, dituntut hukuman paling berat dengan 4 tahun 6 bulan penjara. Selain hukuman badan, Bos Panti Pijet CC Cantik ini, diwajibkan membayar denda Rp 50 juta dan uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar. 

Sementara terdakwa Nanang Lukman Hakim dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Terdakwa Agus Siswanto dituntut 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp 121 juta. Sementara terdakwa Yano Octaviano, dituntut paling ringan dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Atas tuntutan itu, keempat terdakwa meminta bebas kepada majelis hakim. Keempat terdakwa berdalih perkara ini bukan perkara korupsi karena pemodalnya dari swasta. Atas tuntutan serta pembelaan terdakwa, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan, akan menjatuhkan vonis pada persidangan tanggal 3 Maret mendatang. (pul)

Berita Terkait

Empat Terdakwa Korupsi BRI Manukan Dituntut Berbeda

Kejari Jebloskan Mantan Pejabat BRI ke Rutan Medaeng

Dua Karyawan BRI Tilap Uang Nasabah Rp 6 Miliyar Masuk Bui
Berita Terpopuler
Petugas PPDP Temui Kendala Saat Mencoklit Data Pemilih
Pilkada  11 jam

Warga Nduri Ponorogo Krisis Air Bersih
Peristiwa  10 jam

Khozanah Akan Legowo Jika Tak Dapat Rekom PKB
Pilkada  8 jam

Reskrim Polsek Bantur Ringkus Jaringan Pengedar Sabu
Malang Raya  7 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Jual Beli Tebu Diluar Pabrik Meresahkan PG Lestari
Jatim Awan

Dampak Pandemi, 68 Ribu Warga Bojonegoro dan Tuban Menunggak Iuran BPJS
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber