Berita Terbaru :
Puluhan KK di Desa Mategal Alami Krisis Air Bersih
Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Polisi Dalami Pelanggaran Kegiatan Festival Layangan
24 Nyawa Melayang Akibat Jebakan Tikus
Forkopimda Koordinasi Kamtibmas Saat Pilkada di Masa Pandemi
Dua Paslon Kampanye, Calon Walikota Petahana Teno Bagi Masker, Gus Ipul Menyapa Warga Terdampak Banjir
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tren Naik Perkara Perceraian di Tengah Pandemi
Aliansi Cinta NKRI Dukung Polda Jatim Bubarkan Deklarasi KAMI
Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Mayat Seorang Perempuan Ditemukan di Lahan Tebu Gegerkan Warga
Seni Lukis Gentong Bekas Jadi Karya Bernilai Tinggi
Ruko Jual Aneka Kerupuk di Area Pasar Baru Ludes Terbakar, Petugas Butuh 3 Jam Padamkan Api
Bawaslu Temukan Oknum ASN Beri Dukungan, Unggah Gambar Salah Satu Paslon Di Medsos
Tim Cyber Polres Blitar Kota Patroli Dunia Maya Temukan Indikasi Kampanye Hitam
   

Empat Terdakwa Korupsi BRI Manukan Dituntut Berbeda
Hukum  Selasa, 25-02-2020 | 11:36 wib
Reporter : Fakhrurrozi
Bos Panti Pijet Lanny Kusumawati Hermono dituntut paling berat dengan 4 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 50 juta, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar. Foto: Fakhrurrozi
Sidoarjo pojokpitu.com, Empat terdakwa korupsi kredit modal kerja, Rp 9,5 miliar di BRI Kantor Cabang Manukan Surabaya, dituntut hukuman berbeda oleh jaksa penuntut umum.

Dalam tuntutannya, Jaksa Harwiadi dari Kejari Surabaya, menyatakan keempat terdakwa korupsi kredit modal kerja di BRI Manukan Surabaya. Terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama sesuai Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Meski melakukan korupsi bersama-sama, namun jaksa menjatuhkan tuntutan berbeda sesuai dengan peran masing-masing terdakwa. Terdakwa Lanny Kusumati Hermono, dituntut hukuman paling berat dengan 4 tahun 6 bulan penjara. Selain hukuman badan, Bos Panti Pijet CC Cantik ini, diwajibkan membayar denda Rp 50 juta dan uang pengganti sebesar Rp 2,9 miliar. 

Sementara terdakwa Nanang Lukman Hakim dituntut 2 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Terdakwa Agus Siswanto dituntut 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti sebesar Rp 121 juta. Sementara terdakwa Yano Octaviano, dituntut paling ringan dengan pidana 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Atas tuntutan itu, keempat terdakwa meminta bebas kepada majelis hakim. Keempat terdakwa berdalih perkara ini bukan perkara korupsi karena pemodalnya dari swasta. Atas tuntutan serta pembelaan terdakwa, majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan, akan menjatuhkan vonis pada persidangan tanggal 3 Maret mendatang. (pul)

Berita Terkait

Pegawai BRI Dipecat, Pengembalian Dana Debitur Tidak Jelas

Sedot Duit Debitur Rp 2,1 M Untuk Keperluan Judi, Karyawan BRI Diborgol Jaksa Tipikor

Empat Terdakwa Korupsi BRI Manukan Dituntut Berbeda

Kejari Jebloskan Mantan Pejabat BRI ke Rutan Medaeng
Berita Terpopuler
Monumen Kresek Saksi Bisu Sejarah Kekejaman PKI di Madiun
Tempo Doeloe  3 jam

Hutan Pohon Pelangi, Spot Selfie Apik Bagi Pengunjung
Mlaku - Mlaku  14 jam

Tim Patroli Air Jatim Pantau Pembuangan Limbah Industri
Metropolis  4 jam

Laut Tercemar Limbah, Warga Amuk Pabrik Pengolahan Ikan
Peristiwa  32 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Massa Hadang Penjemputan Pasien Covid 19
Pojok Pitu

Belasan Kartu Keluarga Dijadikan Bungkus Tempe
Pojok Pitu

Langgar Protokol Kesehatan Pertunjukan Seni Musik Tradisional Dibubarkan Satgas ...selanjutnya
Jatim Awan

Angka Gugat Cerai di Sidoarjo Didominasi oleh Pihak Istri
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber