Berita Terbaru :
Baru Bebas Lantaran Progam Asimilasi, Residivis Dihajar Warga Usai Kepergok Curi Motor
Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
   

Polda Gerebek Home Industri Jamu Tak Berijin
Metropolis  Senin, 24-02-2020 | 19:55 wib
Reporter : Yusmana Windarto
Surabaya pojokpitu.com, Ditresnarkoba Polda Jatim menggerebek rumah produksi jamu kuat tak berijin di Perumahan Babatan Pilang, Wiyung, Surabaya. Dalam penggerebekan pada Senin (24/2) sore itu, polisi menyita puluhan kardus jamu berbagai merek dan menetapkan seorang tersangka berinisial C, yang merupakan pemilik usaha.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim berhasil membongkar rumah produksi jamu kuat ilegal, di perumahan babatan pilang , wiyung surabaya, senin sore. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita barang bukti berupa puluhan kardus berisi jamu kuat berbagai merek.
 
Tak hanya itu, polisi juga menetapkan seorang pemilik rumah usaha jamu illegal, berinisial C, sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan, tersangka C, mengaku telah memproduksi jamu tanpa ijin produksi dan edar ini sejak 2 tahun lalu.
 
Penggerebekan di 2 rumah yang berbeda. Di rumah blok H, difungsikan sebagai gudang, polisi mengamankan puluhan kardus berisi jamu illegal sekaligus bahan bakunya. Di rumah blok G, difungsikan sebagai tempat produksi jamu.

Tersangka diketahui memiliki pengetahuan meracik jamu, karena pernah bekerja sebuah perusahaan jamu di Jawa Tengah. Keahliannya itu dimanfaatkan tersangka meracik jamu, untuk diedarkan di seluruh Jawa Timur. "Dalam racikannya, tersangka menggunakan 2 bahan baku utama berupa tepung herbal dan sildenefil yang merupakan bahan yang berbahaya jika tak sesuai resep dokter," kata Kombes Pol Cornelis M Simanjuntak, Dirresnarkoba Polda Jatim.

Bahan sildenafil tersebut diperoleh tersangka dari Jakarta, yang kini masih dalam penyelidikan. Dibantu oleh 2 karyawan, tersangka bisa meraup untung sebesar Rp 10 hingga 15 juta per bulan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 196 dan 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dan diancam hukuman 15 tahun penjara atau denda Rp 1, 5 miliar.(end/VD:YAN)

Berita Terkait

Polda Gerebek Home Industri Jamu Tak Berijin
Berita Terpopuler
Diduga Terobos Traffic Light, Beat Tabrak Vega
Peristiwa  2 jam

SMKN 4 Madiun Siapkan APD Pesanan Pemprov Jatim
Pendidikan  2 jam

Dampak Covid-19 Ratusan Napi Lapas Kediri Dibebaskan
Peristiwa  2 jam

Forkopimda Beri Karangan Bunga dan APD Kepada Para Medis
Peristiwa  29 menit



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber