Berita Terbaru :
Penitipan Tahanan di Lapas Lowokwaru Dibatasi
Pemberlakuan PSBB Perlu Diimbangi Dengan Perubahan Pola Sosial Dan Pola Kerja
Satu Warga Positif Covid 19, Bangkalan Berstatus Tanggap Darurat Bencana
Siaga Satu Banjir Sungai Bengawan Solo
Orang Dalam Resiko Meningkat di Kabupaten Malang
Banjir Redam Jalan Poros dan Ratusan Hektar Lahan Tambak Warga
Korban Meninggal Baik Status PDP, ODP Atau Positif Covid-19 Sebanyak 100 Orang
Dari Data Dinas Tenga Kerja Jatim Ada 21 Ribu di Rumahkan maupun PHK
Isak Tangis Warna Kedatangan Jenazah TKI Dari Malaysia
Belum Ada Daerah di Jatim yang Menerapkan PSBB
Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Terus Meningkat di Jatim
Jokowi Larang ASN Mudik
Seorang Pengendara Motor Tewas Jadi Korban Tabrak Lari
Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Satu Warga Terkonfirmasi Positif Corona, Pacitan Zona Merah
   

Rugi Rp 27 Milyar, Korban Investasi Bodong Datangi Polres Ponorogo
Mataraman  Senin, 24-02-2020 | 17:16 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Sejumlah korban investasi bodong berkedok usaha Kemitraan Sapi Perah dari luar Jawa mulai berdatangan ke Polres Ponorogo. Mereka mengaku rugi puluhan milyar, baik milik pribadi maupun milik Mitra CV Tri Manunggal Jaya dari Riau, NTB, Kalimantan dan Palembang.

Puluhan perwakilan korban investasi bodong, sapi perah dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa, berdatangan ke Mapolres Ponorogo. Para korban baik dari Riau, NTB, Kalimantan hingga palembang ini, untuk memastikan Direktur CV Tri Manunggal Jaya (TMJ), sudah ditahan dan sekaligus mereka berharap uang mereka bisa kembali.

Sementara jumlah korban yang berada di luar Jawa, mencapai ribuan orang dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan milyar rupiah. Bahkan salah satu korban, Sumitro, mengaku merugi hingga Rp 27 milyar uang pribadinya.

Ia juga mengaku ikut usaha kemitraan ini, nekat menjual belasan hektar aset tanah yang ditanam kelapa sawit. Mengingat janji keuntungan yang diberikan CV TMJ sangat menggiurkan, yakni dari modal awal ( 1 paket) senilai Rp 19 juta 665 ribu, kurun waktu 3 tahun sudah menjadi Rp 45 juta 900 ribu rupiah dan ditambah sapi afkhir yang jika dirupiahkan senilai Rp 5 juta.

Selain itu, para korban meminta agar segera diusut tuntas dan juga berharap agar uang mereka bisa kembali. Sebab dalam perjanjian jika CV TMJ, tidak bisa memberikan keuntungan kepada investor, maka CV TMJ siap mengembalikan uang yang disetorkan sesuai nilai awal.

Sementara para korban tidak berani pulang, karena mereka dimintai tanggung jawab oleh rekan dan tetangga, yang juga menjadi korban investasi bodong sapi perah milik CV TMJ. (yos)

Berita Terkait

Tipu Investasi Rp 15 Miliar, Pasutri Divonis Berbeda

Polisi Terus Kejar Aset Istri Sirinya Galih Kusuma

Polisi Tangkap Buron Pelaku Utama Investasi Bodong

ASTAGA ! Brankas Yang Disita Polisi Ternyata Kosong
Berita Terpopuler
Puluhan Rumah dan Hektaran Padi Siap Panen Terendam Banjir
Peristiwa  5 jam

Lima Warga Terkonformasi Positif Covid-19 di Lumajang
Covid-19  4 jam

Positif Corona di Nganjuk Bertambah, Total 8 Orang
Covid-19  5 jam

Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah Menjadi 7 Orang
Covid-19  5 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Banjir Rendam Tiga Titik Jalan Penghubung Antar Kecamatan
Jatim Awan

Zona Merah di Jatim Menjadi 23 Kabupaten Kota, Kasus Positif 187 Orang
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber