Berita Terbaru :
Ada Lagi Yang Positif Covid-19, Telaga Sarangan Ditutup
Sejumlah 14 Destinasi Wisata di Trenggalek Kembali Dibuka Pada Era New Normal
KPU Malang Akhiri Verfikasi Paslon Perseorangan Dan Sarankan Kampanye Secara Virtual
Tim Kemensos Beri Pendampingan Hukum Kepada Keluarga Korban Pembunuhan Bocah 5 Tahun
Pedagang Pasar Diwajibkan Pakai Masker Pelindung Wajah
Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
KPU Malang Sarankan Kampanye Secara Virtual
Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Komisi IX DPR RI Targetkan Pembahasan RUU SKN Selasai Tahun Ini
   

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa
Mataraman  Senin, 24-02-2020 | 14:01 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Wardi, Kepala Sekolah SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk
Nganjuk pojokpitu.com, Pasca keluhan wali murid terkait iuran siswa dan dugaan penahanan raport siswa dibantah oleh pihak sekolah. Pihak sekolah mengaku tidak pernah menahan raport siswa, karena raport adalah hak siswa. Terkait iuran paguyuban, itu merupakan diluar kewenangan sekolah.

Pasca adanya keluhan Suryati, seorang janda warga Desa Paron Kecamatan Bagor Nganjuk, atas iuran Rp 6 ribu per siswa, dan adanya penahanan raport dibantah oleh Wardi, Kepala Sekolah SD Negeri Paron Kecamatan Bagor Nganjuk. "Sekolah tidak pernah menahan raport siswa, karena raport merupakan hak dari siswa dan langsung diberikan oleh guru kelas ke masing masing siswanya," jelas Suryati.

Terkait adanya iuran yang dilakukan oleh paguyuban masing masing kelas, merupakan kesepakatan masing masing wali murid dan tidak ada kaitannya dengan pihak sekolah.

Sementara Partono, penanggungjawab Komite Sekolah, mengaku prihatin dengan kondisi fisik sekolah, sebab banyak bagian fisik sekolah yang harus dibangun tapi tidak juga dapat bantuan dari pemerintah.  "Sedangkan dana iuran paguyuban sebesar Rp 6 ribu persiswa digunakan untuk membangun pagar sekolah, taman bunga dan upah pekerja penyebrang jalan saat siswa pulang," kata Partono.

Sebelumnya seorang wali murid SDN Paron Bagor Nganjuk keberatan atas iuran dari paguyuban sekolah, ia meminta agar dirinya bisa digratiskan dari iuran tersebut. (yos)

Berita Terkait

Polisi Tangkap 3 Pelaku Pungli Di Pasar, Satu Orang Ternyata ASN

Aksi Pungli Biaya Pemakaman PDP Corona RSUD Kota Mojokerto Viral di media Sosial

Kepsek Mengaku Tak Menahan Raport Siswa

Ratusan Sopir Self Loader Protes Pungli Pengawalan
Berita Terpopuler
Pengadilan Agama Gandeng Dispendukcapil Untuk Percepat Keluarkan Status
Teknologi  9 jam

Dishub Bojonegoro Gelar Operasi Kendaraan Parkir
Peristiwa  7 jam

Gabungan Forkopimda Ngawi Bubarkan Kerumunan Warga
Peristiwa  8 jam

Pembeli Hewan Kurban Menurun 25 Persen Menjelang Hari Raya
Ekonomi Dan Bisnis  5 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber